Umum: mengembangkan kepribadian siswa

Pendidikan

Umum: mengembangkan kepribadian siswa

Umum mengembangkan kepribadian siswa

Umum mengembangkan kepribadian siswa

. TUJUAN

Umum: mengembangkan kepribadian siswa dimana berkembang kemampuan sosialisasinya, komunikasinya, kepercayaan diri, keperibadian, dan mampu memecahkan masalah yang berlandaskan nilai ilmu dan agama.

Khusus:

1. Membahas topic yang mengandung masalah actual, hangat dan menarik perhatian anggota kelompok.

2. Konseling kelompok membahas masalah pribadi individu

C. KOMPONEN

1. Konselor: sebagai pemimpin kelompok dengan kemampuan

· Menciptakan suasana kelompok sehingga terciptanya dinamika kelompok

· Berwawasan luas (ilmiah dan moral).

· Mampu membina hubungan antarpersonal yang hangat, damai, berbagi, empatik, altruistik, jauh dari kesukaaan untuk membuat kelompok.

Peranan PK:

· Membentuk kelompok

· Melakukan penstrukturan

· Mengembangkan dinamika kelompk

· Mengevaluasi proses dan hasil belajar

Jumlah kelompok: 8-10 orang dengan memperhatikan homogenitas dan heterogenitas kemampuan anggota kelompok. Kemampuan dengan perbandingan 2:1 antara yang pintar atau kurang pintar. Dari segi jenis pria atau wanita yaitu 1:1.

Peran anggota kelompok:

1. Aktif, mandiri melaui aktivitas langsung melalui sikap 3M (mendengar dengan aktif, memahami dengan positif dan merespon dengan tepat), sikap seperti seorang konselor.

2. Berbagi pendapat, ide dan pengalaman

3. Empati

4. Menganalisa

5. Aktif membina keakraban, membina keikatan emosional

6. Mematuhi etika kelompok

7. Menjaga kerahasiaan, perasaan dan membantu serta

8. Membina kelompok untuk untuk menyukseskan kegiatan kelompok.

D. ASAS

Dalam Bimbingan kelompok, asas yang dipakai:

1. Kesukarelaan

Tidak ada pemaksaan dalam mengemukakan pendapat.

2. Keterbukaan

Adalah keterusterangan dalam memberikan pendapat.

3. Kegiatan

Partisipasi semua anggota kelompok dalam mengemukakan pendapat sehingga cepat tercapainya tujuan Bimbingan kelompok.

4. Kenormatifan

Aturan dalam menyampaikan ide dan gagasan hendaknya dengan baik, benar, gaya bahasa yang menyenangkan, tidak menyalahkan anggota kelompok.

5. Kerahasiaan : ini terakhir karena topic (pokok bahasan) bersifat umum.

Dalam konseling kelompok, asas yang dipakai :

1. Kerahasiaan

Karena membahas masalah pribadi anggota (masalah yang dirasakan tidak menyenangkan, mengganggu perasaan, kemauan dan aktifitas kesehariannya).

2. Kesukarelaan

3. Keterbukaan

Semua anggota kelompok adalah konselor terhadap anggota yang dibahas masalahnya.

4. Kegiatan

5. Kenormatifan

Pembentukan kelompok untuk satu kelas:

1. Sederhana

Dengan menghitung dalam satu kelas.

2. Lebih rasional

· Siswa dibagi dalam kelompok dengan criteria tertentu seperti: hasil AUM PTSDL atau UMUM, tes, jenis kelamin, hasil sosiometri.

Hal yang dipertimbangkan pembentukan kelompok :

1. Homogenitas secara relative (ex: kesamaan jauh dekat tempat tinggal).

Hal yang perlu diperhatikan: jika ingin Kelompok yang sama: maka didahulukan dengan Bimbingan kelompok lalu dilanjutkan dengan konseling kelompok.

Pemimpin kelompok yang sama akan menjadikan kelompok lebih dinamis, efektif, efisien

2. Heterogenitas (ex: perbedaan sosio-ekonomi)

Perbedaan:

3. Sumber pertimbangan: himpunan data dan hasil instrumentasi.

4. Penempatan dalam kelompok: berupa penugasan, penetapan secara acak dan pilihan individu/anggota.

Jenis anggota kelompok: ada Kelompok tertutup yaitu anggota tetap dan tidak berubah jumlah anggota dan Kelompok terbuka yaitu anggota bergantian dan tidak menetapkan.

Pengertian adalah sejumlah orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. BKp agar Pemahaman dan informasi baru

KKp agar Pengentasan masalah pribadi anggota kelompok

Comments are closed.