Uji Aktivitas Antimakan

Uncategorized

Uji Aktivitas Antimakan

Uji aktivitas antimakan terhadap ekstrak kental dilakukan dengan mengambil masing-masing ekstrak untuk dibuat konsentrasi 0,1% (b/v), 5% (b/v), dan 10% (b/v). Larutan uji ini dioleskan merata pada bagian belakang dari media uji (daun kangkung laut) dengan menggunakan kuas pada paruh kiri sedangkan pelarut pada paruh kanan sebagai kontrol, lalu dikeringkan. Pelarut yang digunakan untuk kontrol sesuai dengan pelarut dari ekstrak kentalnya. Daun media uji dimasukkan ke dalam cawan petri dimana pada bagian pinggir cakram diberi kain kasa atau kapas basah untuk kelembaban. Daun ditutup dengan petri yang lebih kecil yang bagian tengahnya diberi lubang berbentuk lingkaran dengan diameter 3,5 cm. Di atas penutup daun diletakkan empat ekor larva Epilachna sparsa yang telah dipuasakan selama 4 jam, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Setelah 24 jam daun media uji diambil dan dilakukan perhitungan jumlah sektor daun yang dikonsumsi hewan uji.Uji aktivitas antimakan terhadap fraksi hasil kolom kromatografi maupun isolat dilakukan dengan cara yang sama, tetapi konsentrasi Eluat 1-22 tidak menunjukkan adanya noda baik dengan lampu UV maupun dengan pereaksi penampak noda metanol : dari larutan uji adalah 100, 200, 400, 800, dan 1600 ppm.

Ekstrak yang aktif antimakan kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel 60 dan fase gerak kloroform:n-heksana (1:1). Fraksi-fraksi yang diperoleh dari kolom di uji aktivitasnya, dan fraksi yang paling aktif dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan kromatografi lapis tipis. Setiap isolat yang diperoleh diuji aktivitas antimakan dan kemurniannya. Isolat yang paling aktif dan relatif murni selanjutnya diidentifikasi. (Santi, 2003)

Comments are closed.