Tanda Kehamilan

Umum

Tanda Kehamilan

Tanda Kehamilan

Tanda Kehamilan

Tanda- tanda kehamilan adalah gejala yang timbul pada wanita hamil dan terjadi akibat adanya perubahan fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan.

Macam-macam tanda kehamilan :

1. Tanda pasti hamil.
–> Tanda-tanda obyektif yang didapatkan oleh pemeriksa yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa pada kehamilan. Ciri – Ciri :

  • Terasa Gerakan Janin.
  • Teraba bagian-bagian janin.
  • Teraba Denyut Jantung Janin.
  • Terlihat kerangka janin pada pemeriksaan sinar rontgen.
  • Dengan pemeriksaan USG juga dapat terlihat rangka janin.

 

Jika hanya salah satu dari tanda-tanda ini ditemukan diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. Sayang sekali tanda-tanda pasti hamil ini baru timbul pada usia kehamilan yang sudah lanjut, yaitu diatas empat bulan, tapi dengan menggunakan ultrasonografi kantong kehamilan sudah nampak pada kehamilan 10 minggu dan bunyi jantung janin sudah dapat didengar pada kehamilan 12 minggu.


2. Tanda Kemungkinan hamil

Tanda-tanda mungkin hamil sudah timbul pada hamil muda, tetapi dengan tanda-tanda mungkin kehamilan hanya boleh diduga. Makin banyak tanda-tanda mungkin hamil ini kita dapati, makin besar pula kemungkinan kehamilan.

Tanda-tanda mungkin hamil terdiri dari :

–         Tanda-tanda obyektif yang diperoleh oleh pemeriksa.

–         Tanda-tanda subyektif yang dirasakan oleh ibu.

Tanda-tanda mungkin hamil obyektif :

  1. Pembesaran, perubahan bentuk dan on sistensi rahim.

Pada pemeriksdaan dalam dapat diraba bahwa uterus membesar dan makin lama makin bundar bentuknya. Kadang-kadang pembesaran tidak rata tetapi didaerah telur bernidasi lebih cepat tumbuhnya. Konsistensi rahim dalam kehamilan juga berubah menjadi lunak, terutama daerah isthmus uteri. Jika diletakkan dua jari dalam formix posterior dan tangan satunya pada dinding perut diatas symphyse, maka isthmus ini tidak teraba seolah-olah corpus uteri terpisah dari cervix. Tanda ini disebut “Tanda Hegar”.

  1. Perubahan pada cervix. Dalam kehamilan cervix menjadi lunak.
  2. Kontraksi Braxton Hicks. Waktu paspasi rahim yang lunak menjadi keras karena berkontraksi.
  3. Balotemen. Pada bulan ke IV dan V janin itu lebih kecil dibandingkan dengan banyaknya air ketuban, maka kalau rahim didorong atau digoyangkan, maka janin akan melenting didalam rahim. Balotemen ini dapat ditentukan dengan pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam. Balotemen diluar rahim dapat ditimbulkan oleh tumor-tumor bertangkai dalam ascites seperti fibroma ovarii.
  4. Meraba bagian Janin. Dapat dilakukan jika janin sudah mul;ai agak besar. Kadang-kadang tumor yang padat seperti myoma, fibroma, dll dapat menyerupai bentuk janin.
  5. Pemeriksaan biologis. Tanda ini tidak dimasukkan tanda pasti hamil karena keadaan lain dapat menimbulkan reaksi yang positif.
  6. Pembesaran perut. Setelah bulan ke III rahim dapat diraba dari luar dan perut mulai membesar.
  7. Keluarnya kolostrum.
  8. Hiperpigmentasi kulit. Pada bagian muka disebut dengan chloasma gravidarum (topeng kehamilan). Hiperpigmentasi areola dan papilla mammae, hiperpigmentasi linea alba (putih) menjadi linea fusca (coklat) atau linea nigra (hitam).
  9. Tanda Chadwick, yaitu warna selaput lender vulva dan vagina menjadu ungu.

Tanda-tanda mungkin hamil subyektif.

  1. Adanya Amenorrhoe. Pada wanita sehat dengan haid yang teratur, amenorrhoe menandakan kemungkinan kehamilan. Kadang-kadang amenorrhoe disebabkan hal-hal lain diantaranya penyakit TBC, thypus, anemia atau karena pengaruh psychis.
  2. Mual dan muntah.
  3. Quickening (ibu merasakan pergerakan anak) terjadi pada minggu ke 16 sampai ke 20 dari kehamilan.
  4. Sering BAK karena rahim yang membesar menekan kandung kemih.
  5. Perasaan berisi dan nyeri pada payudara.


Tanda tidak pasti hamil / Presumtif

Amenorea (tidak dapat haid). Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dapat dihitung menggunakan rumus dari Naegele : TTP = ( HPHT+7 ) dan (bulan HT+3)

  1. Mual dan Muntah (nausea and vomiting). Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari disebut dengan morning sickness. Bila mual dan muntah terlalu sering disebut dengan Hiperemesis.
  1. Mengidam (Menginginkan makanan khusus). Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada triwulan pertama.
  1. Tidak tahan terhadap suatu bau-bauan.
  2. Pingsan. Ibu hamil bias pingsan bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat.
  1. Tidak ada selera makan (Anoreksia). Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan.
  1. Merasa lelah (fatique).
  2. Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri, yang disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Kelenjar Montgomery terlihat lebih besar.
  3. Sering BAK, yang disebabkan kandung kemin tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua, dan akan muncul lagi pada akhir kehamilan karna tertekan oleh kepala janin.
  4. Konstipasi / Obstipasi, dikarenakan tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid.
  5. Pigmentasi kulit, karena pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai pada bagian wajah (chloasma gravidarum), areola payudara, leher dan dinding perut (linea nigra).
  6.  Epulis, yaitu hipertrofi dari papil gusi.
  7. Pemekaran vena (Varises), dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
  8. Sumber : https://topsitenet.com/article/213046-definition-of-text-review-and-examples/

Comments are closed.