Tahapan Pengomposan

Otomotif

Tahapan Pengomposan

Pemilahan Sampah

Pada etape ini dilaksanakan pemisahan sampah organik dari sampah anorganik (barang lapak dan barang berbahaya). Pemilahan mesti dilaksanakan dengan teliti sebab akan menilai kelancaran proses dan bobot kompos yang dihasilkan
Pengecil Ukuran
Pengecil ukuran dilaksanakan untuk memperluas permukaan sampah, sampai-sampai sampah bisa dengan gampang dan cepat didekomposisi menjadi kompos
Penyusunan Tumpukan
Bahan organik yang telah melalui tahap pemilahan dan pengecil ukuran kemudian dibentuk menjadi tumpukan.
Desain penumpukan yang biasa digunakan ialah desain memanjang dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 2m x 12m x 1,75m.
Pada tiap tumpukan bisa diberi terowongan bambu (windrow) yang bermanfaat mengalirkan udara di dalam tumpukan.
Pembalikan
Pembalikan dilakuan untuk melemparkan panas yang berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam tumpukan bahan, meratakan proses pelapukan di masing-masing bagian tumpukan, meratakan pemberian air, serta menolong penghancuran bahan menjadi partikel kecil-kecil.
Penyiraman
Pembalikan dilaksanakan terhadap bahan baku dan tumpukan yang terlampau kering (kelembapan tidak cukup dari 50%).
Secara manual butuh tidaknya penyiraman dapat dilaksanakan dengan memeras segenggam bahan dari unsur dalam tumpukan.
Apabila pada ketika digenggam lantas diperas tidak terbit air, maka tumpukan sampah mesti ditambahkan air. sedangkan andai sebelum diperas sudah terbit air, maka tumpukan terlampau basah oleh karena tersebut perlu dilaksanakan pembalikan.
Pematangan
Setelah pengomposan berlangsung 30 – 40 hari, suhu tumpukan bakal semakin menurun sampai mendekati suhu ruangan.
Pada saat tersebut tumpukan sudah lapuk, berwarna coklat tua atau kehitaman. Kompos masuk pada etape pematangan sekitar 14 hari.
Penyaringan
Penyaringan dilaksanakan untuk mendapat  ukuran partikel kompos cocok dengan keperluan serta untuk mengasingkan bahan-bahan yang tidak bisa dikomposkan yang lolos dari proses pemilahan di mula proses.
Bahan yang belum terkomposkan dibalikkan ke dalam tumpukan yang baru, sementara bahan yang tidak terkomposkan dilemparkan sebagai residu.
Pengemasan dan Penyimpanan
Kompos yang sudah disaring dikemas dalam kantung cocok dengan keperluan pemasaran.
Kompos yang sudah dikemas ditabung dalam gudang yang aman dan terlindung dari bisa jadi tumbuhnya jamur dan tercemari oleh bibit jamur dan embrio gulma dan embrio lain yang tidak diharapkan yang barangkali terbawa oleh angin.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

Comments are closed.