Simak, ini 3 Temuan Soal Cashless Society yang Perlu Kamu Tahu

Teknologi

Simak, ini 3 Temuan Soal Cashless Society yang Perlu Kamu Tahu

Simak, ini 3 Temuan Soal Cashless Society yang Perlu Kamu Tahu

Simak, ini 3 Temuan Soal Cashless Society yang Perlu Kamu Tahu

PERKEMBANGAN teknologi yang kian pesat melahirkan cashless society, atau masyarakat tanpa uang tunai. Istilah itu lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik karena tergantikan uang digital atau e-money.

Masyarakat menyambut sistem transaksi non tunai ini dengan euphoria

, didukung oleh banyaknya promo yang diberikan oleh penyedia layanan uang digital untuk mendorong penetrasi penggunaan di masyarakat.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, transaksi digital tentunya sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi.

“Namun sebaiknya isi saldo pada dompet digital disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak lepas kontrol atas pengelolaan keuangan pribadi karena kunci utamanya bukan pada produk namun bagaimana masyarakat menggunakan dan mengelola uang mereka,” katanya dalam keterangan tertulis.

Hampir setiap hari transaksi keuangan sudah mulai berganti

menggunakan uang digital baik berbentuk kartu debit maupun kredit hingga aplikasi e-wallet yang dengan mudahnya diakses melalui smartphone, berbagai transaksi seperti pembayaran transportasi umum, membayar tol, membayar parkir, belanja kebutuhan harian dengan kartu kredit maupun debit semakin menguatkan cashless society di masyarakat.

Baca juga : Fintech Pinjaman Kembangkan Usaha Kecil Menengah

Grant Thornton Indonesia merangkum 3 hal penting yang perlu diketahui masyarakat terkait cashless society untuk mendapat pandangan menyeluruh terkait transaksi non-tunai dibandingkan dengan transaksi tunai yang tentunya selalu ada plus-minus diantara keduanya:

Beragam promo menarik versus konsumtif

Promo menjadi strategi paling ampuh untuk menarik minat

masyarakat menggunakan uang digital, berbagai penyedia layanan uang digital berlomba memberikan promo seperti potongan harga hingga cashback besar-besaran, tentunya menguntungkan jika kita belanjakan untuk produk yang memang kita perlukan namun tanpa disadari kemudahan ini juga membuat masyarakat kian konsumtif yang pada akhirnya hanya menjadi pembelian impulsif karena tergoda diskon hingga pengeluaran menjadi tak terkendali.

 

Baca Juga :

Comments are closed.