SEJARAH REVOLUSI INDUSTRI

Pendidikan

SEJARAH REVOLUSI INDUSTRI

SEJARAH REVOLUSI INDUSTRI

Setelah Inggris mengembangkan revolusi industri, negara Eropa juga turut melakukan hal yang sama. Eropa mengajukan sistem revolusi industri dengan komoditi utama yaitu kerajinan tangan dan juga bidang lainnya.

Dalam memajukan revolusi industri ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Eropa, seperti sistem domestik, manufaktur, dan sistem pabrik. Dengan menerapkan sistem revolusi industri secara berkelanjutan, Eropa hingga saat ini memiliki taraf hidup rakyat yang makmur. Pendapatan per kapita rakyat Eropa juga termasuk tinggi.

1. DOMESTIK

Tahapan domestik merupakan tahapan paling utama yang dilakukan di Eropa. Pada tahapan ini seluruh rakyat di Eropa berkompetisi untuk menghasilkan kerajinan tangan dengan teknologi masing-masing yang dimiliki.

Setelah selesai membuat kerajinan tangan, hasilnya akan disetor kepada pengusaha. Para pengusaha tersebut memiliki modal yang banyak dan akan membayarkan upah dari hasil kerajinan tangan yang disetor.

Semakin bagus hasil kerajinan tangan yang dihasilkan, tentu saja akan mendapatkan upah yang semakin tinggi. Dengan penerapan sistem ini, pengusaha tidak perlu menyediakan tempat untuk membuat kerajinan tangan itu dan hanya tinggal menjual ke berbagai konsumen lainnya serta membayar upah para pengrajin.

2. MANUFAKTUR

Setelah tahapan domestik maju pesat, maka tahapan yang berikutnya yaitu tahapan manufaktur. Para pengusaha merasa perlu untuk dapat mengawasi mutu dan jug acara kerja para pengrajin. Oleh sebab itu, para pengusaha di Eropa membangun manufaktur yang mana merupakan tempat khusus untuk dapat mengawasi para pengrajin.

Tempat khusus ini biasanya terletak di bagian belakang dari rumah pengusaha. Berkat cara ini, hubungan antara pengusaha dengan pengrajin menjadi semakin dekat. Hanya saja sistem ini tetap belum dapat menampung pengrajin dalam jumlah yang banyak.

Bahkan pada saat menangani jumlah pesanan yang sangat banyak, pengrajin belum mampu menyelesaikan jumlah pesanan yang sangat banyak itu. Maka dari itu, konsumen yang hendak membeli dalam jumlah banyak diharuskan untuk menunggu dalam waktu yang lebih lama.

3. SISTEM PABRIK

Berkat kegigihan para pengrajin dan juga pengusaha di Eropa, tingkat perekonomian di negara tersebut dapat berkembang dengan semakin pesat. Tentu saja, hal ini membuat perkembangan revolusi industri juga menjadi semakin pesat.

Pada akhirnya, para pengusaha dapat mengembangkan sistem perdagangan dan juga penyediaan tempat bekerja yang lebih luas. Akhirnya dibangun sebuah pabrik yang dilengkapi dengan berbagai mesin canggih yang dapat mempercepat proses pembuatan barang produksi.

Pabrik ini biasanya didirikan khusus di kawasan perindustrian. Sedangkan pegawai dan juga pemilik pabrik biasanya tinggal di tempat lainnya. Di kawasan perindustrian Eropa juga terdapat banyak sekali toko untuk memasarkan barang produksi berbagai pabrik.

Sistem revolusi industri pada tahapan pabrik ini sudah dapat menampung karyawan dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan pada masa itu, sudah terdapat pabrik yang mampu menampung puluhan sampai dengan ratusan karyawan.


Sumber: https://www.smsgrosir.co.id/the-tiny-adventures-apk/

Comments are closed.