Sapu Angin Siap Ngebut di Jepang

Pendidikan

Sapu Angin Siap Ngebut di Jepang

Sapu Angin Siap Ngebut di Jepang

Sapu Angin Siap Ngebut di Jepang

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang tergabung dalam tim Sapu Angin kembali mengembangkan mobil formula. Generasi kelima itu mengusung nama Sapu Angin Speed (SAS) 5. Mobil tersebut akan berlaga pada ajang Student Formula Japan (SFJ) 2017 di Ecopa Stadium, Shizuoka, Jepang.

Manajer Umum ITS tim Sapu Angin Annas Fauzy menuturkan, pembuatan SAS 5 memakan waktu setahun. Perinciannya, tiga bulan pertama perancangan model, enam bulan berikutnya proses manufaktur, dan terakhir uji coba. ’’Kami teliti setting-an yang pas buat mesin, suspensi, lalu juga untuk latihan driver menyesuaikan dengan mobil,’’ ujarnya.

Annas menjelaskan, SAS 5 merupakan mobil yang benar-benar baru

. Bukan bongkar pasang dari mobil generasi sebelumnya. Untuk SAS 5, mereka juga menggunakan mesin yang lebih andal dan stabil. Rangka dan rodanya pun baru.

Untuk perlombaan kali ini, tim Sapu Angin memang tidak terpaku pada kecepatan mobil saja. Melainkan lebih kepada daya tahan dan kemampuan mobil melalui trek berkelok. Namun, untuk kondisi lintasan lurus, Annas menjamin SAS 5 mampu menempuh jarak 75 meter dalam waktu 5–6 detik.

Terkait dengan bahan bakar, SAS 5 menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan 95. Namun, pada perlombaan di Jepang nanti, mereka menggunakan oktan 100 yang disuplai Pertamina sebagai partner sponsornya.

SFJ 2017 berlangsung pada 5–9 September mendatang. Ada 98 peserta yang ikut. Ada beberapa sub-event penilaian, yakni design report, cost report, business plan report, skid pad, acceleration, autocross, serta endurance. Penilaian dari masing-masing sub-event tersebut nanti diakumulasikan menjadi poin akhir.

Pada tahun sebelumnya, mobil formula rancangan ITS tim Sapu Angin menduduki peringkat ke-27 dunia. Tahun ini, dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, mereka menargetkan bisa masuk ke peringkat 10 besar dunia.

Harapan itu bukan hal yang mustahil. Jika dilihat dari track record, mereka

telah mengumpulkan banyak penghargaan. Pada tahun pertama kepesertaan, SAS menyabet penghargaan sebagai pendatang baru terbaik atau best rookie award. ’’Peringkat SAS pun terus meningkat setiap tahun,’’ lanjut mahasiswa teknik mesin yang memasuki tahun keempat perkuliahan itu.

Meski demikian, ketangguhan SAS 5 tidak akan maksimal tanpa orang di balik kemudi. Untuk perlombaan di Jepang, mereka menyediakan tiga driver. Salah satunya Kahfi Adiyatma. Mahasiswa departemen transportasi laut tersebut tak hanya bisa mengemudi, tetapi juga memiliki skill sebagai pembalap. ’’Kebetulan saya biasa ikut kompetisi slalom,’’ ujarnya.

Pemilihan driver menjadi penting dalam ajang SFJ. Dalam perlombaan balap mobil

yang membutuhkan kecepatan tinggi, tentu kemampuan mengemudi saja tidak cukup. Diperlukan orang-orang yang telah terlatih secara mental dan kemampuan untuk menjalani kompetisi tersebut.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengapresiasi kegigihan 23 anggota tim Sapu Angin yang telah bekerja keras menyelesaikan SAS 5. Tak lupa, Joni juga memotivasi tim yang terdiri atas mahasiswa departemen teknik mesin, teknik fisika, teknik material dan metalurgi, serta transportasi laut itu. ’’Kami bangga ITS berhasil mempertahankan eksistensi selama lima tahun terakhir di SFJ,’’ paparnya.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768

Comments are closed.