Prof Jony Oktavian, Guru Besar President University: Anak, Pasar Potensial Yang Tidak Disadari

Pendidikan

Prof Jony Oktavian, Guru Besar President University: Anak, Pasar Potensial Yang Tidak Disadari

Prof Jony Oktavian, Guru Besar President University Anak, Pasar Potensial Yang Tidak Disadari

Prof Jony Oktavian, Guru Besar President University Anak, Pasar Potensial Yang Tidak Disadari

Senat President University menggelar upacara pengukuhan guru besar pertama

di lingkungan President University. Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto. S.E., M.M., M.A. Rektor President University dikukuhkan dalam sebuah sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ir. Dwi Larso, MSIE, Ph.D selaku Ketua Senat.

Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran rektorat, anggota senat, pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, staf dan segenap dosen President University. Turut menghadiri acara tersebut antara lain, Direktur Jendral Kelembagaan |ptek dan Dikti Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc., kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., guru besar Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Sidang senat terbuka yang diselenggarakan di Auditorium Dinas Pariwisata Kab. Bekasi

, Cikarang, Bekasi ini menghadirkan tema “Peluang dan Etika Penelitian Tentang Anak Sebagai Pasar Potensial: Pasar yang Tidak Disadari”.

Dalam orasi ilmiahnya, Jony Haryanto menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak sebagai pasar potensial seringkali dilupakan oleh para pemasar. Padahal pasar anak mencakup tiga pasar sekaligus, yaitu pasar primer, pasar pemberi pengaruh, dan pasar masa depan.

Ia berpendapat jika sejak usia dini dapat diidentifikasi apa penyebab terjadinya loyalitas pada anak, maka akan terjadi terobosan besar di dunia pemasaran dan ilmu manajemen secara umum.

Dari penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu sepuluh tahun yaitu sepanjang tahun 2008 sampai 2018,

Jony mendapati bahwa loyalitas merek pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu Brand Personality, Brand Trust, Brand Salience, Brand Relationship, Buying Habituation, dan Autobiographical Memory.

“Keenam anteseden tersebut membentuk suatu neuron tersembunyi baru. yaitu Emotional Authenticity, Brand Partnership, dan Marketing with Memory. ” lanjut Jony.

Jony menambahkan, meskipun pasar anak sangat besar dan potensial, namun anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka masih memiliki keterbatasan dalam memilih dan mengelola informasi yang mereka terima.

“Untuk itu, penting bagi pemasar untuk memperhatikan aspek etika dalam melakukan kegiatan pemasaran kepada anak, kami memperkenalkan konsep virtue ethic sebagai pendekatan alternatif baru bagi kegiatan pemasaran kepada anak,” tambah Jony.

Virtue ethic didefinisikan sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang secara terus-menerus untuk melakukan kebaikan. Perusahaan atau pemasar perlu mengenalkan pendekatan baru dalam kegiatan pemasaran kepada anak, yaitu dengan pendekatan virtue ethics yang dipercaya mampu mengatasi eksploitasi pada anak.

 

Sumber :

https://study.mdanderson.org/eportfolios/125/Home/Seed_plants_Spermatophyta_Definition_Example_Image_Type_Characteristics_Classification

Comments are closed.