Prinsip-Prinsip usaha bank syariah

Kesehatan Kucing

Prinsip-Prinsip usaha bank syariah

Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara Bank dan pihak lain untuk pembiayaan dana dan atau kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan Syariah, antara lain;.[6]

  1. Pembiayaan berdasarkan Prinsip bagi hasil (mudarabah),  yang maksudnya adalah pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana
  1. Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan..
  2. Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”(Riba/bunga). Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
  3. Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
  4. Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.
  1. Produk jasa bank syariah[7].
  2. Produk Pendanaan

1)      Wadi’ah adalah Titipan asset nasabah individu atau badan yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja dikehendaki nasabah.

  • Wadi’ah Yad Dhamanah dan Wadi’ah Yad Dhamanah mudharabah yaitu Bank dapat memanfaatkan asset untuk mendapat  keuntungan, menanggung risiko, dan dapat memberikan bonus. Contoh produknya berupa Giro dan Tabungan

2)      Qardh yaitu Bank menerima pinjaman tanpa bunga dari nasabah, dapat memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan, dan dapat  memberikan bonus. Nasabah dijamin dapat menarik dananya sewaktu-waktu. Contoh Produknya adalah Giro dan Tabungan.

3)      Mudharabah yaitu Nasabah pemilik modal (shahibul maal) bekerjasama dengan bank pengelola (mudharib) untuk memperoleh  keuntungan yang dibagi sesuai kesepakatan di awal.

  • Mudharabah Mutlaqah yaitu Penggunaan dana tidak dibatasi tempat, tujuan, dan  jenis usaha, contohnya Tabungan, Dep/ Investasi Umum, Obligasi/Sukuk.
  • Mudharabah Muqayyadah yaitu Penggunaan dana dibatasi tempat, tujuan, dan jenis  usaha. Mudharabah Muqayyadah sendiri terbagi 2 yaitu:

–          Executing, dana kelolaan, risiko di bank

–          Channeling, risiko di nasabah, pencatatannya off balance sheet.

4)      Ijarah yaitu Pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah  tanpa diikuti pemindahan kepemilikan, Contohnya adalah obligasi.

Comments are closed.