Perpustakaan 3.0 solusi kurangnya pustakawan

Pendidikan

Perpustakaan 3.0 solusi kurangnya pustakawan

Perpustakaan 3.0 solusi kurangnya pustakawan

Perpustakaan 3.0 solusi kurangnya pustakawan

Konsep perpustakaan 3.0 bisa dikembangkan seiring perkembangan teknologi informasi (TI)

. Perpustakaan yang memberikan informasi pada pemustaka dengan mengaksesnya tanpa terbatas waktu dan menggunakan berbagai perangkat ini bisa menjadi alternatif tidak dimiliknya pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi (PT) atau sekolah.

“Dalam konsep perpustakaan 3.0 ini ada interaksi antara user dengan perpustakaan secara online

, termasuk dalam berjejaring dan terkoneksi antar perpustakaan sehingga semua informasi dapat diakses tanpa harus menunggu pustakawan,” ungkap pakar di bidang perpustakaan Ida Fajar Jumat (6/9/2013).

Menurut mantan Kepala Perpustakaan UGM ini, perpustakaan 3.0 memudahkan pemustaka untuk mendapatkan respon secara cepat saat mereka mengakses informasi dari jejaring perpustakaan secara real time. Hal ini tidak mereka dapatkan dalam konsep perpustakaan 2.0 yang ada selama ini.

Dengan konsep baru ini, pemustaka bisa secara virtual terkoneksi dengan perpustakaan. Sebab perpustakaan multimedia semacam itu memiliki aksesibilitas, kemampuan pencarian yang cepat dan relevan, ketersediaan serta kegunaan yang optimal.

“Perpustakaan 3.0 berbeda dari perpustakaan 2.0 yang saat ini banyak dikembangkan di Indonesia

yang baru mencapai koneksi antar jejaring perpustakaan saja tanpa terkoneksi secara virtual,” jelasnya.

Ida menambahkan, meski perpustakaan 2.0 baru berkembang di Indonesia, konsep itu sudah banyak ditingkatkan di tingkat internasional. Karenanya perpustakaan di negara ini perlu mengembangkan model perpustakaan 3.0 agar tidak semakin jauh tertinggal.

“Apalagi saat ini belum ada perpustakaan di Indonesia yang mengembangkan konsep perpustakaan baru ini,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2

 

 

Comments are closed.