Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah- PBL

Umum

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah- PBL

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah- PBL

Tabel Perubahan Paradigma Pendidikan[1]

No Paradigma Lama Perubahan Paradigma
1. berpusat pada guru berpusat pada siswa
2. satu arah Interaktif
3. Isolasi lingkungan jejaring
4. Siswa pasif Siswa aktif-menyelidiki
5. maya/abstrak konteks dunia nyata
6. Pribadi pembelajaran berbasis tim
7. Luas perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan
8. stimulasi rasa tunggal stimulasi ke segala penjuru
9. alat tunggal alat multimedia
10. hubungan satu arah Kooperatif
11. produksi massa kebutuhan pelanggan
12. usaha sadar tunggal Jamak
13. satu ilmu pengetahuan pengetahuan disiplin jamak (multidisiplin)
14. kontrol terpusat otonomi dan kepercayaan
15. pemikiran faktual Kritis
16. penyampaian pengetahuan pertukaran pengetahuan

Salah satu model pembelajaran yang mengajarkan anak didik kemampuan dalam memecahkan masalah selain meingkatkan pengetahuan mereka adalah PBL (Problem Based Learning). PBL sangat cocok diterapkan untuk menyiapkan anak didik kita ke dalam berbagai tantangan di abad ke 21 ini. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas dan menjabarkan beberapa hal terkait dengan PBL dalam tulisan ini.

Dalam PBL siswa dibagi menjadi kelompok kecil, mereka bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi pelajaran dan kehidupannya sehari-hari. PBL merupakan proses aktif dan iteratif yang dapat membuat siswa berusaha mengidentifikasi apa yang mereka ketahui dan yang lebih penting mengidentifikasi apa yang belum mereka ketahui. Motivasi untuk menyelesaiakan permasalahan adalah motivasi untuk mencari dan mengaplikasikan pengetahuan. PBL dapat dipadukan dengan berbagai model pembelajaran dan dapat diimplementasikan kedalam berbagai subjek materi pelajaran.[2]

Gejala umum yang terjadi pada siswa pada saat ini adalah “malas berpikir” mereka cenderung menjawab suatu pertanyaan dengan cara mengutip dari buku atau bahan pustaka lain tanpa mengemukakan pendapat atau analisisnya terhadap jawaban tersebut. Bila keadaan ini berlangsung terus maka siswa akan mengalami kesulitan mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya di kelas dengan kehidupan nyata (real world problems). Dengan kata lain, pelajaran di kelas adalah untuk memperoleh nilai ujian dan nilai ujian tersebut belum tentu relevan dengan tingkat pemahaman mereka. Oleh sebab itu, model PBL mungkin dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong siswa berpikir dan bekerja ketimbang menghafal dan bercerita.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Comments are closed.