Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran

Umum

Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran

Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai tutor, tool dan tutee. (Taylor dalam Tamir, 1986).

Komputer sebagai Tool (alat)

Dalam aplikasinya sebagai tool komputer biasa digunakan untuk :

  • kalkulasi biasa
  • Menyajikan informasi yang dapat diulang-ulang sesuai keperluan dan kecepatan respon siswa
  • Menggambar dan membuat grafik
  • Alat bantu mengajar, seperti demonstrasi pelajaran
  • Penyimpanan data yang dapat ‘dibuka’ untuk pengajaran’pemecahan masalah’
  • Simulasi dan permainan
  1. Komputer sebagai Tutor

Sebagai tutor komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya sebagai berikut :

  • Komputer menampilkan suatu informasi
  • Siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan;
  • Komputer mengevaluasi jawaban siswa;
  • Komputer menentukan apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya
  • Berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban tersebut.

Dalam aplikasi sebagai tutor komputer dapat digunakan untuk kepentingan :

  1. a) Latihan sekaligus memberikan balikan bagi siswa
  2. b) Mereview pencapaian hasil belajar
  3. c) Menyelenggarakan pembelajaran remedial tentang pengetahuan dasar
  4. d) Melaksanakan tes, baik pilihan ganda maupun yang lain, yang hasilnya segera diketahui siswa
  5. e) Pekerjaan rumah
  6. f) Dialog instruksional
  1. Komputer sebagai Tutee

Komputer sebagai tutee digunakan oleh pengguna untuk :

  1. Mengajar komputer
  2. Mempelajari hal-hal yang terkait dengan computer

Penutup

Perkembangan teknologi telah memberi pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita, salah satunya dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi memang merangsang seluruh komponen pendidikan untuk lebih bijak dalam menyikapinya. Terutama untuk memilah dan memilih sesuai dengan kepentingannya tanpa menggeser makna pendidikan itu sendiri. Semoga berbagai kalangan yang terlibat dalam penyusunan program pembelajaran berbasis multimedia cukup menjaga tingginya pergeseran nilai pendidikan yang ada selama ini. Yang jelas kehadiran sarana multimedia cukup memberi warna pada proses pendidikan di kelas. Guru hendaknya berpandangan, multimedia sebagai sarana pokok dalam pembelajaran, eksistensi dan kehadirannya tetap diperlukan. Siswa sangat memerlukan arahan dan bimbingan guru. Sehebat apapun alat peraga yang paling canggih, peran guru tetap yang akan menentukan

 

2.5 Bentuk-bentuk penerapan aplikasi CAI dalam pembelajaran

Adapun bentuk-bentuk penerapan aplikasi CAI (Computer Assisted Instruction) dalam pembelajaran sebagai berikut (Heinich,et:al, 1996):

1.) Drill & Practice

Tujuan
Setelah menjalankan program Drill & Practice ini siswa akan lebih terampil, cepat, dan tepat dalam melakukan suatu keterampilan. Misalnya keterampilan mengetik, atau menjawab soal hitungan.

Isi
Disini siswa dianggap sudah mengetahui teori yg mendasari keterampilan itu serta mengetahui cara/prosedur mengerjakannya. Jadi dalam Drill & Practice tidak ada bagian penjelasan, yang ada hanya sejumlah soal/pertanyaan dan “feedback.” Soal/pertanyaan-pertanyaan tersebut diberikan dalam suatu urutan/alur (“sequence”) tertentu: mudah – sulit ? siswa menjawab dinilai & feedback : benar – salah soal/pertanyaan berikut dan seterusnya.

Umumnya kontrol yang dimiliki siswa sangat terbatas. Ia hanya dapat memilih tingkat kesulitan materi, sedangkan alur dari penyajian isi di kontrol oleh sistem. Variabel yang digunakan : tingkat kesulitan isi/materi, kecepatan menjawab, atau waktu menjawab.

2.) Tutorial

Tujuan
Membuat siswa memahami suatu konsep/materi yang baku.

Isi
Sejumlah konsep/materi yang perlu diajarkan dan difahami siswa.

Kemudian diikuti dengan sejumlah pertanyaan, atau latihan/soal untuk memeriksa pemahaman siswa terhadap konsep/materi tersebut. Siswa berinteraksi dengan komputer seperti ia berinteraksi dengan guru: “one-to-one session.”

Bila materi yang akan diberikan cukup banyak, maka penyajiannya akan diberikan secara bertahap, mulai dari materi dasar ke tingkat yg lebih tinggi, dan seterusnya. Selain itu ada pula sejumlah pertanyaan/soal yg pemunculannya dibuat random.

Bila siswa gagal melewati kriteria untuk “lulus”, maka ia akan dikembalikan ke bagian penjelasan konsep/materi yang pertama. Akan tetapi bila sistem ini disertai dengan modul “remedial”, maka bila gagal, siswa akan diberikan remedial terhadap topik yang ia salah saja (tidak mengulang semua).

Keuntungan
Lebih individualized dari Drill & Practice ada penilaian terhadap respon, serta dapat dibantu bagian yang tidak difahami — mengulang materi, atau ke modul remedial.

https://movistarnext.com/

Comments are closed.