Papan Tiruan dari Kayu

Umum

Papan Tiruan dari Kayu

 

Apabila kayu diolah dapat menghasilkan suatu produknya dan limbahnya. Limbahnya ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pelet kayu dan papan tiruan.

Pada kesempatan ini, kita akan memperlajari tentang papan tiruan. Papan tiruan ini merupakan produk pemanfaatan kayu atau limbah kayu. Papan tiruan ini dapat digolongkan sebagai papan majemuk, papan komposit, papan bentukan dan lain sebagainya.

Papan tiruan ini membutuhkan bahan perekat baik itu perekat organik maupun anorganik. Perekat organik berupa tepung tapioka, tanin, dan lain sebagainya sedangkan perekat anorganik berupa semen.

Pada umumnya dalam pembuatan papan tiruan ini membutuhkan bahan baku berupa, limbah kayu dari eksploitasi maupun pengolahan, log berukuran kecil terutama cabang-cabang kayu, dan log dengan kualitas rendah yang saat ini belum mempunyai nilai pemanfaatan yang memadai (Kasmudjo, 2010).

Papan tiruan ini mempunyai beberapa jenis yang diterapkan diberbagai industri pengolahan kayu. Pada kesempatan ini kita hanya membahas empat jenis papan tiuran, sebagai berikut.

1. Papan Laminasi

Jenis ini merupakan papan yang sistem kerjanya penyambungan antara sortimen yang satu dengan lainnya. Pada industri pengolahan kayu papan laminasi merupakan produk unit industri tambahan dari pabrik playwood (Kasmudjo, 2010). Alasannya karena produk ini mempunyai ketebalan lumber core antara 7-25 mm (kebanyakan 9-14 mm), sehingga disebut dengan blockboard.

2. Papan Partikel

Jenis ini merupakan hasil produk pengolahan kayu yang dibuat dengan potongan-potongan kecil kayu (hasil ketaman, serutan, partikel, chips) kemudian dicampur perekat hingga merata, selanjutnya dilakukan pengepresan pendahuluan dan pengepresan panas (Kasmudjo, 2010).

Kebanyakan papan partikel mempunyai jenis mempunyai ketahanan terhadap kelembapan, misalnya jenis exterior particelboard.

3. Papan Serat

Jenis ini merupakan hasil produk pengolahan kayu yang dibuat dari bahan pulp dan dipres secara panas melalui prosedur tertentu sesuai dengan tujuan dan jenis papan serat yang diinginkan. Pembuatan papan serat ini tidak membutuhkan bahan penolong berupa perekat (Kasmudjo, 2010).

4. Papan Semen

Jenis ini merupakan hasil produk pengolahan kayu yang dibuat dari serpih atau wol yang direkat dengan perekat anorganik berupa semen (Kasmudjo, 2010).

Comments are closed.