Masalah Dalam Menerapkan Standar Kompetensi Pendidikan

Pendidikan

Masalah Dalam Menerapkan Standar Kompetensi – Dalam menerapan standar nasional pendidikan, di antara komponen yang perlu diputuskan standarnya ialah kepala sekolah sebagai unsur dari tenaga kependidikan. Bagaimana kepala sekolah merealisasikan standar dalam mengembangkan kompetensi kepemimpinannya pada tingkat satuan pendidikan? Karena kepala sekolah sebagai pimpinan, maka ia mesti berperan untuk memutuskan standar pada dirinya sendiri dengan memakai rujukan standar nasional edukasi atau memutuskan standar yang lebih tinggi dari itu.

Untuk menambah mutu edukasi pada suatu sekolah, seluruh peran serta stakeholder (pemangku kepentingan) baik pemerintah, masyarakat maupun guru mesti bahu membahu. Disamping tersebut peran tenaga kependidikan mestilah menjadi tulang punggung utama. Dan suatu institusi edukasi yang disebutkan bermutu dapat disaksikan dari prosentase kelulusan yang tinggi, banyaknya alumni yang diterima di perguruan tinggi, sekolah yang aman, nyaman dan kondusif, tenaga pendidik yang berbobot | berbobot | berkualitas dan tidak sedikit indikator-indikator lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya guna menghasilkan edukasi yang berbobot pada suatu sekolah ialah peran seorang kepala sekolah sebagai top manager. Namun pada ketika ini, tidak sedikit sekali kita menonton seorang kepala sekolah yang tidak berhasil memimpin sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang bermutu. Sehingga hadir pendapat dari sejumlah guru bahwa “sekolah tanpa guru tidak bakal jalan namun sekolah tanpa kehadiran kepala sekolah asalkan terdapat guru maka sekolah tetap jalan”. Jadi ketika ini kehadiran seorang kepala sekolah dirasakan sudah tidak terlampau berpengaruh.

Mengapa urusan ini dapat terjadi? Karena seorang yang ditunjuk menjadi kepala sekolah pada umunya melulu memenuhi persyaratan administrasi saja dan memiliki keterampilan dasar diantaranya :

Kemampuan Administrasi
Hal ini dapat anda lihat pada salah satu misal kecil saja, laksana tidak mempunyai program kerja yang jelas, sering menyelenggarakan rapat tetapi hasilnya tidak jelas. Dan tidak mempunyai agenda rapat yang teratur sebenarnya rapatnya memakan masa-masa berjam-jam. Ketika terbit dari ruang rapat semua guru masih bertanya-tanya apa yang kita lakukan tadi? Apa keputusannya? Walaupun terdapat keputusan yang dihasilkan, namun jarang sekali terlaksanakan dengan baik. Disamping itu tidak sedikit kita temui penciptaan SK yang berulang-ulang sebab keliru nama, NIP, tujuan, tugas, mata pelajaran, dan lain-lain yang seharusnya urusan ini tidak butuh terjadi andai kepala sekolah lebih teliti.

Kemampuan Kurikulum
Kita tidak jarang menjumpai guru yang keadaan bingung pada ketika berada di kelas sebab mengajari peserta didik dengan mata latihan yang ia sendiri tidak menguasainya, yang pada kesudahannya terjadilah PBM dan KBM bohong-bohongan sebab kepala sekolah memberikan pembagian tugas mengajar untuk wakil bidang kurikulum tanpa mempertimbangkan keterampilan yang mempunyai sifat kecenderungan. Disamping tersebut dalam urusan pendelegasian tugas-tugas tertentu untuk seseorang menurut senang atau tidak senang (pilih-pilih tebu) Kemudian penempatan guru di kelas-kelas tertentu pada mata latihan yang sama tanpa mempertimbangkan keadaan, kondisi dan keadaan kelas sebab ada ruang belajar yang mesti mendapat perhatian khusus.

Kemampuan Memimpin
Setiap guru mempunyai masalah yang bertolak belakang dengan latar belakang yang berbeda. Kadang-kadang tugas guru tidak jarang terganggu sebab yang terkaitsedang menghadapi masalah dari lokasi tinggal dan terbawa hingga ke sekolah. Dan barangkali saja terdapat guru yang tidak jarang tidak muncul karena terdapat sesuatu masalah. Oleh pimpinan, guru yang seperti tersebut langsung di cap guru pemalas atau guru yang tidak dapat mengajar, urusan ini paling keliru. Menghadapi permasalahan yang laksana inilah dibutuhkan peran kepala sekolah sebagai orang yang tut wuri handayani, mengayomi, kadang-kadang sebagai bapak, membimbing, dan sekaligus mengarahkan.

Sumber : https://bit.ly/2KqzyMX

Comments are closed.