Manfaat mengkonsumsi rambutan selama kehamilan

Kesehatan

Seperti buah-buahan lainnya, rambutan juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Selanjutnya, rasanya sangat manis dan menyegarkan. Rambutan juga aman dikonsumsi selama kehamilan. Ya, tapi tunggu sebentar. Sebelum ibu hamil makan buah rambutan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan.

Manfaat mengkonsumsi rambutan selama kehamilan

Tidak hanya rasanya yang enak, menurut Data Makanan Kementerian Kesehatan Indonesia, buah rambutan memiliki banyak nutrisi, sehingga bermanfaat untuk memenuhi asupan gizi wanita hamil.

Beberapa nutrisi terkandung dalam buah rambutan, termasuk serat, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, seng dan vitamin C.

Semua nutrisi rambutan tidak hanya memberi makan ibu, tetapi juga janin dalam kandungan.

Manfaat berikut ini bisa didapat oleh ibu hamil jika mereka makan buah rambutan, termasuk:

1. Mendukung kesehatan sistem pencernaan
Rambutan dapat menjaga kesehatan pencernaan ibu hamil karena kandungan serat dan airnya. Serat yang terkandung berperan dalam menyerap air sehingga konsistensi feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan dari tubuh.

Ini mengurangi risiko wanita hamil menderita sembelit.

2. Tingkatkan suplai darah
Ketika Anda hamil, suplai darah Anda akan meningkat karena janin membutuhkan suplai darah. Untuk menghasilkan sel darah, tubuh membutuhkan bijih besi.

Nah, buah rambutan mengandung zat besi. Sayangnya, penyerapan zat besi oleh tubuh terkadang tidak bekerja secara optimal. Untungnya, buah ini juga mengandung vitamin C yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dengan lebih baik.

Makan rambutan selama kehamilan membantu memenuhi asupan zat besi yang dibutuhkan. Jika nutrisi zat besi ibu hamil mencukupi, risiko anemia selama kehamilan juga akan berkurang.

3. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Selain membantu menyerap zat besi, vitamin C dan antioksidan dalam buah rambutan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini berarti bahwa wanita hamil akan jauh lebih kebal terhadap penyakit tertentu, seperti flu atau pilek.

4. Ini membantu pembentukan tulang janin
Makan rambutan selama kehamilan juga membantu memuaskan asupan kalsium. Mineral ini diperlukan bagi wanita hamil untuk menjaga kesehatan tulang, sambil membantu pembentukan tulang janin di dalam rahim.

Wanita hamil bisa makan rambutan, asalkan …
isi buah rambutan

Meskipun manfaat rambutan sangat berlimpah, asupan buah rambutan juga harus dipertimbangkan untuk wanita hamil.

Akan lebih baik jika ibu hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan buah rambutan sebagai cemilan.

Wanita hamil yang makan rambutan berlebihan jelas akan berdampak negatif pada kesehatan mereka dan bayi dalam kandungan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar kalium rendah dalam 4 bulan pertama kehamilan dikaitkan dengan risiko lebih rendah diabetes gestasional dan preeklampsia (komplikasi hipertensi pada wanita hamil) yang dapat dialami oleh wanita hamil.

Nah, kandungan kalium dalam buah rambutan dianggap cukup tinggi, yakni 104,2 mg per sajian (100 gram). Jika rambutan dikonsumsi dalam jumlah besar, risiko diabetes dan preeklampsia dapat meningkat.

Wanita hamil dengan masalah kesehatan tertentu harus menghindari buah-buahan ini, khususnya:

Diabetes gestasional
diabetes gestasional

Wanita hamil sangat rentan terhadap diabetes gestasional. Inilah sebabnya wanita hamil harus memperhatikan asupan makanan yang mengandung gula, salah satunya adalah rambutan.

Rambutan sangat matang, memiliki kadar gula yang tinggi.

Jika wanita hamil memiliki kadar gula tidak stabil atau diabetes gestasional, Anda harus menghindari makan buah rambutan. Tidak hanya kesehatan ibu, kondisi ini dapat memengaruhi keselamatan janin.

hipertensi
Selama kehamilan, peningkatan produksi darah dapat dicapai, membuat wanita hamil rentan terhadap tekanan darah tinggi (hipertensi).

Untuk wanita hamil dengan hipertensi, konsumsi buah rambutan harus sangat dilindungi atau harus dihindari. Mengapa? Natrium yang terkandung dalam buah ini dihitung sangat tinggi, yaitu 16 mg per 100 gram.

Kadar natrium yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur, janin gagal tumbuh dan komplikasi kehamilan lainnya.

Baca juga:

Comments are closed.