Lagi, Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelindupan Sabu 1,2 Kg

Pendidikan

Lagi, Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelindupan Sabu 1,2 Kg

Lagi, Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelindupan Sabu 1,2 Kg

Lagi, Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelindupan Sabu 1,2 Kg

BANDUNG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung menggagalkan penyelundupan narkotika jenis methamphetamine alias sabu sebanyak 1,2 kg.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Barat Saifullah

Nasution mengatakan penangkapan pelaku berawal dari kecurigaan petugas terhadap seorang penumpang pesawat Silk Air rute Singapura-Bandung.

“Seorang warga negara Thailand berinisial BS (36), pria berwajah berbentuk kotak, berkulit sawo matang, berambut hitam ikal, perawakan kurus dengan tinggi sekitar 157 cm, dibekuk petugas Bea Cukai Bandung, di Bandara Husein Sastranagara, tepat di saat Idul Fitri, 16 Juni 2018.

“Saat diperiksa lebih mendalam terhadap barang bawaan yang bersangkutan, ditemukan serbuk kristal putih yang diduga methamphetamine di dalam dinding ransel milik yang bersangkutan,” ujar Saifullah dalam ekspose di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Senin (25/6/2018).

Setelah dilakukan uji laboratorium di Jakarta, serbuk putih

itu terindentifikasi sebagai methamphetamine alias sabu. “Dari BS, yang tidak bisa bicara dalam bahasa Inggris maupun Indonesia tersebut, petugas menyita hampir 1,2 kilogram sabu, yang nilainya mencapai Rp 2,3 miliar,”jelasnya

Saifullah menyebutkan hasil pengungkapan ini, dengan asumsi tiap satu gram methamphetamine bisa dikonsumsi oleh tujuh orang, jumlah yang berhasil diselamatkan sebanyak 8.085 jiwa.

Dia memperkirakan pelaku menilai kondisi di Indonesia lengah, karena masyarakat yang sedang sibuk merayakan Idul Fitri. Namun, dirinya menegaskan, jika tugas pengawasan oleh Bea Cukai Jabar, khususnya Bandung, tidak surut.

“Terbukti, petugas kami berhasil melakukan penindakan terhadap aksi penyelundupan narkotika jenis methamphetamine ini,” ucap Saifullah.

Adapun, Kepala Subdit IV Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat AKBP Herryanto menambahkan, kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap pengungkapan yang dilakukan Bea Cukai. Pihaknya tak menyangkal jika terkendala komunikasi dengan yang bersangkutan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Thailand di Indonesia

, karena yang bersangkutan adalah warga negara asing. Apalagi, yang bersangkutan tidak bisa berbahasa Inggris, maupun Indonesia. Tapi, kami tetap berusaha lakukan pengembangan terhadap kasus ini,” tegas Herryanto.

Akibat aksinya ini, pelaku dijerat Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Serta, Pasal 113 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dirinya terancam hukuman penjara seumur hidup, bahkan hukuman mati,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/buku-tentang-tumbuhan-paku/

Comments are closed.