Kominfo identifikasi 3.901 hoaks sejak Agustus 2018

Teknologi

Kominfo identifikasi 3.901 hoaks sejak Agustus 2018

Kominfo identifikasi 3.901 hoaks sejak Agustus 2018

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi sebanyak 3.901 hoaks

sejak Agustus 2018, yang didominasi kategori politik sebanyak 973 hoaks pada periode Agustus 2018 hingga November 2019.

“Selama November 2019, sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, dan berita palsu berhasil di-identifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika,” demikian disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers di situs resmi Kominfo yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ferdinandus menyatakan total hoaks yang telah di-identifikasi, diverifikasi, dan divalidasi oleh Kominfo dari berbagai kategori sejak Agustus 2018 hingga November 2019 mencapai 3.901 hoaks.

Hoaks paling banyak kedua adalah kategori pemerintahan mencapai 743 hoaks, 401 hoaks kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional, dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan, dan pendidikan.

Baca juga: Tangkal hoaks, Kemenko Polhukam gandeng Perum LKBN ANTARA

Baca juga: ANTARA sebagai “corong” negara/publik pada era disrupsi

“Hoaks politik yang marak muncul pada April dengan didominasi kabar bohong

yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),” ujar Ferdinandus.

Ferdinandus menegaskan Tim Sistem Identifikasi Otomatis

atau populer disebut AIS (Automatic Identification System) Kominfo dengan 100 personel dan dukungan mesin AIS yang bekerja 24 jam dalam tujuh hari sepekan akan terus melakukan identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten Internet yang tersebar di dunia maya Indonesia.

 

Baca Juga :

Comments are closed.