Kisah Seorang Ibu yang Sukses dalam Bekerja Sekaligus Membimbing Belajar 2 Anaknya Dengan Memanfaatkan Buku Sekolah Digital

Pendidikan

Kisah Seorang Ibu yang Sukses dalam Bekerja Sekaligus Membimbing Belajar 2 Anaknya Dengan Memanfaatkan Buku Sekolah Digital

Kisah Seorang Ibu yang Sukses dalam Bekerja Sekaligus Membimbing Belajar 2 Anaknya Dengan Memanfaatkan Buku Sekolah Digital

Kisah Seorang Ibu yang Sukses dalam Bekerja Sekaligus Membimbing Belajar 2 Anaknya Dengan Memanfaatkan Buku Sekolah Digital

Tak hanya sekedar memperlengkapi kebutuhan sekolah, memantau proses pendidikan

anak juga menjadi tugas orang tua yang paling penting. Di tengah kesibukan bekerja atau mengurus rumah tangga, baik seorang ayah ataupun ibu seharusnya memiliki waktu untuk mengikuti tumbuh kembang anak di sekolah. Termasuk di antaranya perkembangan nilai anak yang sering menjadi persoalan utama para orang tua.

Mengikuti pelajaran anak mungkin adalah hal yang mudah dilakukan bagi orang tua yang hanya salah satu pasangannya saja bekerja. Jika sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, maka sang ibu berperan mengurus segala seluk beluk tentang anaknya. Tapi bagaimana jika keduanya adalah pekerja? Tentu saja, pasangan yang seperti ini harus mampu menemukan strategi yang tepat, agar tetap dapat memantau kehidupan si anak!

Fibra Trias Amukti bersama kedua anaknya, Bagus dan Djati.

Fibra Trias Amukti adalah salah satu dari jutaan ibu di Indonesia

yang juga merangkap sebagai wanita karir. Ia merupakan seorang anggota Komite Sekolah Anak Jakarta, sekaligus ibu dari dua anak laki-laki yang masing-masing berusia 8 dan 10 tahun. Selain sibuk menjadi anggota suatu organisasi, Fibra juga seorang penulis atau editing manager portal online mommiesdaily.com. Tapi bagi Fibra, sibuk bekerja di luar rumah bukan menjadi alasan untuk melalaikan proses belajar anak. Bahkan ia selalu memperhatikan waktu belajar anaknya agar tetap teratur setiap harinya.

“Saya menggabungkan dua metode, antara belajar langsung dengan saya dan juga mengikutsertakan anak untuk les privat di rumah,” kata Fibra kepada pendidikan.id saat dihubungi melalui email. Les memang penting, agar anak bisa mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai pelajaran yang tidak ia mengerti di sekolah. Tapi menyerahkan anak pada guru les saja tidak cukup, maka orang tua perlu lebih intens memantau, mengajari dan menguji pengetahuan anak. “Tak perlu waktu belajar yang terlalu lama, asal rutin setiap hari saja,” terang Fibra.

Fibra membocorkan bagaimana ia membagi waktu belajar yang dinilai efektif bagi anak.

Biasanya, ia membuat waktu belajar hanya satu jam bagi masing-masing anaknya. Satu jam itu ia gunakan untuk memberikan latihan-latihan soal dari dua mata pelajaran, sehingga setiap mata pelajaran memiliki jatah waktu 30 menit. Fibra menyarankan jangan lebih dari satu jam, agar si anak tidak kelelahan belajar setelah menyelesaikan lesnya. Bahkan, ia hanya memberlakukan kegiatan belajar ini pada hari Senin – Kamis. “Biarkan anak-anak bebas untuk bermain dan melakukan aktivitas lainnya di hari Jumat – Minggu,” katanya. Agar anak termotivasi untuk belajar, ia juga selalu menekankan jika mereka malas belajar, mereka akan mendapatkan hasil yang tidak maksimal. Dan mereka akan rugi, karena harus menyediakan waktu lagi untuk mengulang ujian (remedial).

Karena Fibra memberikan latihan soal serta jawabannya, maka ia juga harus mengerti materi yang sedang dipelajari. Sebagai seorang ibu yang juga bekerja, tentu sulit baginya untuk mencari buku di toko-toko, lalu membawanya ke mana-mana untuk dipelajari setiap saat. Selain berat, hal ini juga menyita waktu dan biaya untuk membeli buku. Tapi ternyata, ia berhasil menepis anggapan bahwa wanita karir tak memiliki waktu untuk mengajari anak.

 

Baca Juga :

Comments are closed.