Kemristekdikti Seleksi Delapan Provinsi Inovatif

Pendidikan

Kemristekdikti Seleksi Delapan Provinsi Inovatif

Kemristekdikti Seleksi Delapan Provinsi Inovatif

Kemristekdikti Seleksi Delapan Provinsi Inovatif

Delapan provinsi bersaing meraih penghargaan anugerah iptek dan inovasi Budhipura yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Penganugerahan inovasi daerah terbaik atau Budhipura ini akan diberikan saat Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Bali pada tanggal 28 Agustus mendatang.

Delapan provinsi nominator ini merupakan hasil seleksi dari 16 provinsi.

Delapan provinsi itu yakni Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe mengatakan, penghargaan Budhipura ini untuk mendorong daerah mengembangkan ekosistem iptek dan inovasi dalam rangka membangun daerah.

“Jadi kita menilai bagaimana mereka kembangkan ekosistem iptek dan inovasi dalam rangka membangun daerah. Seperti halnya negara maju, yang memanfaatkan iptek inovasi,” katanya di sela-sela penjurian Budhipura di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut JumainAppe, kekuatan iptek dan inovasi di daerah bisa memberikan nilai tambah yang luar bisa untuk sumber daya alam. Misalnya saja cokelat, sebelumnya biji cokelat di ekspor. Dengan sentuhan teknologi, biji cokelat tersebut bisa diberi nilai tambah.

Sesuai dengan Undang-undang (UU) Sistem Inovasi Nasional (Sisnas) Iptek, daerah juga didorong untuk memperkuat pengembangan iptek dan inovasi berkolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian pengembangan dan dunia usaha.

“Bagi pemenang penghargaan akan diberikan pembinaan dan insentif riset

. Diharapkan sumber daya alam bisa diberi nilai tambah,” ucap Jumain Appe.

Selain itu, daerah juga didorong mengalokasikan anggaran daerahnya untuk meningkatkan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan iptek dan inovasi. Di samping itu, akses pasar juga harus dijamin, agar produk bisa sampai ke masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengapresiasi penganugerahan Budhipura bagi provinsi inovatif. “Acara ini bagus untuk mendorong kreativitas daerah,” ujarnya.

Menurut Nurdin Abdullah, banyak yang didorong oleh Pemprov Sulsel saat ini untuk mendongkrak dan memberi nilai tambah sumber daya alam. Dalam upaya ini, pemerintah daerah juga menggandeng perguruan tinggi dan bahkan mitra dari luar negeri.

“Sulsel adalah salah satu penyangga pangan nasional di bidang pertanian.

Salah satunya penghasil cokelat, kopi dari Toraja dan membangkitkan kembali budidaya udang windu,” kata mantan Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan ini.

Dahulu, tambahnya, udang windu jadi primadona namun kini tersaingi oleh udang faname. Selain itu pihaknya juga berkolaborasi dengan pusat budidaya tuna di Jepang meningkatkan produktivitas tuna untuk dibuat sushi yang bisa dikemas beku dan tahan satu tahun tanpa mengurangi rasa.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/bedhaya-ketawang-dan-bedhaya-semang/

Comments are closed.