Kedelai dan Kanker

Umum

Kedelai dan Kanker

            Kanker dicirikan dengan pertumbuhan sel secara abnormal yang menyebar dan menghancurkan organ-organ lain dan jaringan tubuh. Kanker dikelompokkan sesuai dengan jaringan yang terkena, misalnya kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker lambung dan kanker kolon. Penyebab sebenarnya dari kanker belum diketahui dengan pasti namun kanker memiliki faktor resiko. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah diet (makanan sehari-hari), merokok, konsumsi alkohol, tingkah laku reproduksi, infeksi dan faktor-faktor geografis termasuk sinar matahari dan lamanya terekspose bahan-bahan karsinogenik (produk-produk pembakaran fosil, limbah radioaktif, debu, asap, residu pestisida dan bahan tambahan pangan), pengaruh bahan-bahan mutagen dan karsinogen tersebut dapat menyebabkan kerusakan DNA dilanjutkan dengan proses mutagenesis dan karsinogenesis. Produk-produk dari kedelai yang digunakan dalam diet sehari-hari memperlihatkan efek perlindungan terhadap senyawa pembentukan kanker yang sangat kuat yaitu M-methyl-N-nitro-N-nitrosoguanidine (MNNG) yang menginduksi kanker lambung pada hewan percobaan. Produk-produk kedelai seperti tahu, isolat protein kedelai, susu kedelai dan miso juga mampu untuk memblokir pembentukan nitrit yang diketahui bersifat karsinogen.

Tabel 3. Faktor resiko penyebab kanker

Faktor Risiko Insiden (%)
Diet atau bahan tambahan pangan 35
Tembakau atau mer okok 30
Tingkah laku seksual 7
Alkohol 5
Pekerjaan 4
Polusi 4
Sebab lain 19

Sumber : Mc Laren (1991)

            Terdapat beberapa komponen dalam kedelai yang dipercaya mempunyai sifat anti kanker. Senyawa tersebut antara lain : inhibitor protease, phitat, saponin, phitosterol, asam lemak omega-3 dan isoflavon. Diantara anti kanker tersebut, perhatian terbesar ditunjukan terhadap isoflavon. Isoflavon saat ini banyak diteliti karena potensinya dalam mencegah dan mengatasi banyak gangguan kesehatan lainnya. Mekanisme yang banyak diketahui sebagai anti kanker dari isoflavon adalah aktivitas anti estrogen, menghambat aktivitas enzim penyebab kanker, aktivitas anti oksidan dan meningkatkan fungsi kekebalan sel. Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa hewan yang diberi makanan dari kedelai mengalami lebih sedikit dari kanker payudara dibandingkan dengan yang telah diberi makanan yang mengandung isoflavon. Studi-studi epidemilogi dan laboratorium telah menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat mengurangi resiko perkembangan beberapa jenis kanker, antara lain kanker payudara, prostat dan kanker kolon.

  1. Kedelai dan Penyakit Ginjal

Ginjal melakukan beberapa fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain Mengeluarkan sebagian besar produk-produk buangan hasil metabolisme dalam tubuh, mengatur tekanan darah, memproduksi hormon untuk produksi sel darah merah dalam sum-sum tulang, merubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya yang dapat digunakan tubuh, melakukan beberapa fungsi metabolisme lainnya.Diet yang terkontrol adalah sangat penting dalam menangani gagal ginjal. Treatmen dengan makanan bermaksud untuk memelihara cairan tubuh, menghindari perubahan yang merugikan dalam kimia tubuh, menghilangkan simptom yang disebabkan oleh urea yang timbul dalam darah dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Untuk pasien dengan gagal ginjal, juga perlu untuk membatasi konsumsi protein sampai sekitar 0.6 g/kg berat badan dan merubah jenis protein yang dimakan sehari-hari. Diet dengan kedelai menunjukkan efek positif pada pasien dengan ketidak seimbangan ginjal yang disebabkan sindrom nephrotic. Nephrotic syndrome adalah penyakit ginjal akibat hilangnya protein ke dalam urine dan menyebabkan oedema, hipertensi dan lemak darah yang tinggi. Penggantian protein hewani dengan protein kedelai menghasilkan penurunan kadar kolesterol darah dan menurunkan kehilangan protein kedalam urine. Protein kedelai juga memiliki asam amino esensial yang mudah diserap oleh orang yang memiliki gagal ginjal yang biasanya mempunyai masalah dengan pencernaannya. Protein kedelai juga dapat membantu penyerapan kembali kalsium oleh ginjal.

Kedelai dan Diabetes Mellitus

            Diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif, yang menyebabkan suatu defisiensi hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Insulin diperlukan untuk mengangkut glukosa (gula) kehati dan sel-sel lemak tempat penyimpanannya. Terdapat dua jenis diabetes mellitus yaitu Tipe I dan Tipe II. Penyebab diabetes Tipe I diduga oleh infeksi virus, yang merusak sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Jenis ini berkembang dengan cepat dan merupakan kondisi yang permanen sehingga memerlukan injeksi insulin yang rutin. Diabetes mellitus Tipe II lebih umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Jenis diabetes ini berkembang secara perlahan-lahan. Tubuh secara berangsur-angsur memproduksi lebih sedikit insulin, dan dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan dan lemak dalam tubuh. Bertambahnya berat badan dan lemak juga dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas terhadap insulin. Kedelai mempunyai glicaemix index yang rendah dan membantu menormalkan tingkat glukosa darah. Protein kedelai tinggi kandungan glisin dan arginin yang dapat menurunkan insulin dalam darah. Hal ini, pada gilirannya akan menurunkan sintesis kolesterol dalam hati, mengurangi kadar kolesterol darah yang tinggi, yang sering ditemui pada penderita diabetes. Mengganti protein hewani dengan protein kedelai dapat menjadi cara pencegahan dan pengobatan yang efektif untuk penyakit ini.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Comments are closed.