Kata Mutiara Kahlil Gibran Tentang Cinta Sejati

Umum

Kata Mutiara Kahlil Gibran Tentang Cinta Sejati

Kata Mutiara Kahlil Gibran Tentang Cinta Sejati

Kata Mutiara Kahlil Gibran Tentang Cinta Terbaru. Khalil Gibran adalah seorang pujangga yang erat hubungannya dengan kata-kata bijak dan cinta, hasil karyanya selalu dicari dan dibaca karena sangat menyentuh hati. Kata mutiara Khalil Gibran selalu menarik karena kepiawaian beliau dalam memilih juga membariskan kata-kata.

Kata-kata bijak Khalil Gibran bernuansa cinta kali ini akan disajikan buat anda sebagai persembahan untuk meningkatkan khasanah kata mutiara anda dan untuk menambah inspirasi anda untuk meningkatkan mutu hidup.

Berikut adalah kata mutiara Khalil Gibran tentang cinta buat anda :

  • Kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang” (Khalil Gibran)
  • Pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…” (Khalil Gibran)
  • A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle. (Khalil Gibran)
  • Ada orang mengatakan padaku, “Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan.” Kujawab,”Jika engkau melihat ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajaklah berbicara tentang kebebasan.” (Khalil Gibran)
  • Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Kerana aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu. (Khalil Gibran)
  • Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang menyembur hilang buih putih. Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi. (Khalil Gibran)
  • Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada… (Khalil Gibran)
  • Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita. (Khalil Gibran)
  • Aku mencintaimu saat engkau sujud di mesjidmu, berlutut di pura mu, berdoa di gereja mu. Kau dan aku adalah anak-anak dari salah satu agama, dan itulah jiwa. (Khalil Gibran)
  • Aku mencintaimu wahai kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita. Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. (Khalil Gibran)
  • Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyedari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku. (Khalil Gibran)
  • Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya. (Khalil Gibran)
  • Alangkah mulianya hati yang sedih tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati yang gembira. (Khalil Gibran)
  • Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya (Khalil Gibran)

Comments are closed.