Jenis Penelitian Kualitatif  

Otomotif

Jenis Penelitian Kualitatif  

Meskipun terdapat banyak jenis penelitian kuualitatif, kita akan memfokuskan pada metode-metode yang paling umum dibaca dan digunakan oleh mahasiswa dan para praktisi. Ini mencakup penelitian etnografi, studi kasus, fenomenologi, grounded theory dan biografi atau naratif.

  1. Penelitian Etnografi

Kata etnografi berasal dari kata yunani ethos ‘suku bangsa’ dan graphos ‘sesuatu yang ditulis’. Secara harfiah, etnografi adalah ilmu tentang penulisan suku bangsa, atau menggunakan bahasa yang lebih kontemporer, penulisan tentang kelompok budaya. Peneliti etnografi bermaksud menyediakan naratif atau deskripsi yang kaya tentang komunitas atau kultur di bawah penyelidikan (Miles dan Hubberman, 1994). [20] Etnografi merupakan sebuah metode yang meneliti suatu pengetahuan yang terdapat di dalam suatu budaya atau komunitas.

Laporan penelitian etnografi biasanya panjang dan sering mengambil bentuk buku. Tujuan penelitian etnografi yaitu menyediakan suatu deskripsi rinci yang kaya tentang situasi, menangkap kompleksitas penuh dari nuansa-nuansa dalam interaksi, praktik-praktik budaya dan kepercayaan dari kelompok tersebut. Etnografi memerlukan waktu yang panjang dan komitmen personal dari pihak peneliti. Contoh penelitian etnografi yaitu sebuah studi yang mengeksplorasi nilai pendidikan dan pengaruhnya terhadap kehidupan keluarga dalam suatu komunitas pedalaman yang miskin.[21]

  1. Penelitian Studi Kasus

Penelitian studi kasus adalah suatu penelitian kualitatif yang berusaha menemukan makna, menyelidiki proses, dan memperoleh pengertian dan pemahaman yang mendalam dan individu, kelompok, atau situasi.[22] Biasanya dalam penelitian studi kasus peneliti mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang akan diteliti dan mengembangkan suatu rasional.

Dalam studi kasus biasanya kita menggunakan berbagai teknik termasuk wawancara, observasi, dan kadang-kadang pemeriksaan dokumen dan artefak dalam pengumpulan data.

  1. Penelitian Fenomenologis

Penelitian fenomenologis melihat secara dekat interpretasi individual tentang pengalaman-pengalamannya. Biasanya peneliti fenomenologis berusaha memahami makna dari sebuah pengalaman perspektif partisipan. Untuk memulai sebuah studi fenomenologis peneliti mengahabiskan waktu mengamati dan berinteraksi dengan partisipan yang potensial, yaitu dengan mempelajari bahasa yang sesuai dengan kehidupan.

  1. Penelitian Grounded theory

Penelitian grounded theory biasanya menggunakan pendekatan induktif dan mengumpulkan data menggunakan berbagai teknik lewat periode waktu yang lama. Grounded theory merupakan teori praktis yang didesain untuk meneliti di lapangan. Peneliti grounded theory berbeda dengan peneliti kualitatif lainnya dalam hal mereka berharap temuan mereka dapat digen

sumber :

Comments are closed.