Jenis-Jenis Kalimat

Pendidikan

Jenis-Jenis Kalimat

Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat Dilihat dari Segi Maknanya

Jika kita tinjau dari segi maknanya (nilai komunikatifnya), maka kalimat terbagi menjadi lima kelompok, yakni (1) kalimat berita, (2) kalimat perintah, (3) kalimat tanya, (4) kalimat seru, dan (5) kalimat emfatik.

  1. Kalimat Berita
    Kalimat berita, yang sering pula dinamakan kalimat deklaratif, adalah kalimat yang isinya memberitakan sesuatu kepada pembaca atau pendengar. Jika suatu saat kita mengetahui ada kecelakaan lalu lintas dan kemudian menyampaikan peristiwa itu kepada orang lain, maka kita memberitakan kejadian itu. Kalimat berita dapat bermacam-macam, sebagai berikut:
    Kemarin sore ada angkutan kota menabrak pengendara motor.
    Pada pagi terjadi kecelakaan beruntun yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
    Banjir yang terjadi di Bekasi merendam perumahan warga.
    Terjadi kebakaran besar di pasar Obor Jakarta Timur.
    Dari segi bentuknya, kalimat diatas bermacam-macam. Ada yang memperlihatkan inversi, ada yang berbentuk aktif, ada yang pasif, dan sebagainya. Akan tetapi, jika dilihat nilai komunikatifnya, maka kalimat diatas adalah sama, yakni semua merupakan kalimat berita.
    Dengan demikian, kalimat berita dapat berupa bentuk apa saja. Asalkan isinya merupakan pemberitaan. Dalam bentuk tulisnya, kalimat berita diakhiri dengan tanda titik. Dalam bentik lisan, nada suara berakhir dengan nada turun.

  • Kalimat Perintah
    Kalimat perintah, atau kalimat imperatif, adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu.
    Kalimat yang dapat memiliki bentuk perintah pada umumnya adalah kalimat taktransitif atau transitif (baik aktif maupun pasif). Kalimat yang predikatnya adjektiva kadang-kadang dapat juga memiliki bentuk perintah, bergantung pada macam adjektivanya. Sebaliknya, kalimat yang bukan verbal atau adjektival tidak memiliki bentuk perintah. Berikut contoh kalimat perintah.
    Buatlah satu kalimat yang berpola SPOK!
    Pergilah ke sekolah!
    Dalam bentuk tulis, kalimat perintah seringkali diakhiri dengan tanda seru (!) meskipun tanda titik biasa pula dipakai. Dalam bentuk lisan, nadanya agak naik sedikit.


  • Kalimat Perintah Taktransitif
    Kalimat perintah traktransitif dibentuk dengan mengikuti kaidah berikut.
    Hilangkan subjek, yang umumnya berupa pronomina persona kedua.
    Pertahankan bentuk verba seperti apa adanya.
    Tambahlah partikel –lah bila dikehendaki untuk sedikit memperhalus isisnya. Dari contoh berikut.
    Anda naik bus kota sekali-kali.
    Naik bus kota sekali-kali!
    Naiklah bus kota sekali-kali!
    Kamu berlibur ke tempat nenekmu.
    Berliburlah ke tempat nenekmu!
    Baik verba traktransitif yang berupa kata dasar (naik), maupun yang turunan (berlibur), tidak mengalami perubahan apa-apa.


  • Kalimat Perintah Transitif Aktif
    kaidah untuk membuat kalimat perintah yang verbanya transitif mirip dengan kaidah yang untuk taktransitif kecuali mengenai bentuk verbanya. Pada kalimat transitif, verbanya harus diubah menjadi bentuk perintah terlebih dahulu dengan menanggalkan prefiks meng- dari verbanya. Kalimat (a) adalah kalimat berita, sedangkan kalimat (b) kalimat perintah.
    Engkau mencari pekerjaan apa saja.
    Carilah pekerjaan apa saja.
    Kamu membelikan adikmu seatu baru.
    Belikanlah adikmu sepatu baru.
    Saudara memberangkatkan kereta itu sekarang.
    Berangkatkan kereta itu sekarang.
    Perlu kiranya diperhatikan bahwa yang dihilagkan hanyalah prefiksnya saja, sedangkan sufiksnya masih tetap dipertahankan. Jika prefiksnya terdiri atas dua unsur, seperti memper- atau member- maka hanya mem-nya yang dihilangkan.


  • Kalimat Perintah Bentuk Pasif
    Kalimat perintah dapat pula dinyatakan dalam bentuk pasif. Bentuk verbanya masih tetap dalam bentuk pasif, dan urutan katanya juga tidak berubah. Dalam bentuk tulis, bentuk itu ditandai lagi dengan tanda baca seru (!). Sedangkan dalam bentuk lisan dengan nada yang agak naik.
    Kontrak ini dikirim sekarang!
    Konsep perjanjian itu diketik serapi-rapinya, ya!
    Dijual saja mobil tua seperti itu.
    Pemakai bentuk pasif dalam kalimat perintah sangat umum dalam bahsa Indonesia. Hal itu mungkin berkaitan dengan keinginan penutur untuk meminta agar orang lain melakukan sesuatu untuknya, tetapi tidak tidak secara langsung.

Penghalus Kalimat Perintah

Disamping bentuk pasif yang baru saja dibicarakan, bahasa Indonesia juga memiliki sejumlah kata yang dipakai untuk menghaluskan perintah. Kata seperti tolong, coba, dan silahkan sering dipakai untuk maksud itu.

Bentuk Ingkar pada Kalimat Perintah

Kalimat perintah dapat dibuat ingkar dengan memakai kata jangan. Sebagai mana tolong dan coba, jangan juga dapat ditempel partikel –lah dalam kalimat perintah. Contoh:

  1. Jangan dibuang dokumen itu.
  2. Janganlah dokumen itu dibuang.
  3. Jangan pergi sekarang.
  4. Janganlah pergi sekarang.

Kaliamat Tanya

Kalimat tanya, yang juga dinamakan kalimat interogatif, adalah kalimat yang isisnya menanyakan sesuatu atau seseorang. Jika orang ingin mengetahui jawaban terhadap suatu masalah atau keadaan, maka ia menanyakannya dan kalimat yang dipakai adalah kalimat tanya.

Ada lima cara untuk membentuk kalimat tanya: (1) dengan menambahkan kata apa(kah), (2) dengan membalikan urutan kata, (3) dengan memakai kata bukan atau tidak, (4) dengan mengubah intonasi kalimat, dan (5) dengan memakia kata tanya.

Kalimat seru

Kalimat seru, yangjuga diamakan kalmat interjektif, adalah kalimat yang mengungkap perasaan kagum. Karena rasakagum berkaitan, maka dengan seru


Sumber:

https://littlehorribles.com/game-of-kings-apk/

Comments are closed.