iPusnas, Genjot Minat Baca Masyarakat

Pendidikan

iPusnas, Genjot Minat Baca Masyarakat

iPusnas, Genjot Minat Baca Masyarakat

iPusnas, Genjot Minat Baca Masyarakat

Melalui aplikasi berbasis android (iPusnas). Perpusatakaan Nasional Republik

Indonesia meluncurkan terobosan baru, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Upaya-upaya untuk merangsang masyarakat agar gemar membaca terus kami tingkatkan, salah satunya yaitu melalui aplikasi berbasis android dengan nama iPusnas,” ujar Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional, Adriati Zein disela-sela Sosialiasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpusatakaan Nasional Republik Indonesia, di Aula BJB Purwakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (25/7).

Menurutnya, aplikasi tersebut menyediakan 30 ribu lebih judul buku yang dapat dibaca oleh masyarakat.

 

Namun demikian, tidak cukup membaca, diharapkan masyarakat juga harus bisa menghasilkan apa yang mereka baca, sehingga kedepan dapat merubah kehidupan dan ekonomi.

“Tidak sedikit masyarakat di Indonesia terinpirasi setelah membaca dan membuka usaha, seperti membuat kerajinan tangan yang menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya.

Ia mengatakan, kedepan masyarakat harus lebih luas berinovasi. Sebab, tantangan kehidupan kedepan akan lebih berat. “Pada intinya buku apa yang kita baca harus bisa merubah kehidupan,” katanya.

Minat Baca Warga Purwakarta Masih Rendah

Pada umumnya masyarakat saat ini cendrung lebih memilih bermain gadget

dengan konten kurang meningkatkan pengetahuan dalam perkembangan kehidupan, tanpa kecuali di Kabupaten Purwakarta.

“Beberapa tahun terakhir minat baca warga Purwakarta sangat rendah. Meski satu tahun terakhir meningkat namun itu karena ada perpustakaan digital,” ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Nina Menawati, di tempat yang sama.

Menurutnya, untuk perpustakaan konvensional dimana masyarakat diwajibkan membaca masih rendah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain minim fasilitas di perpustakaan juga masyarakat terutama anak-anak lebih cendrung memilih nonton televisi dan lainnya.

“Untuk merangsang warga atau anak sekolah menjadi gemar membaca kita sedang membangun yang di dalamnya nanti ada konten-konten berupa hal-hal yang bisa membuat anak itu menarik untuk datang ke perpustakaan,” katanya.

Upaya tersebut saat ini tengah direncanakan, diantaranya perpustakaan akan dipasilitasi e-Book atau elektronik buku, dimana warga atau anak sekolah yang ingin pinjam atau membaca bisa melalui telepon genggam atau komputer.

Selain itu, pihaknya juga akan bekersama dengan pihak desa untuk membangun perpustakaan disetiap desa. “Itu cita-cita kami mudah-mudahan tahun depan terealisasikan,” kata Nina.

 

Baca Juga :

Comments are closed.