Hewan Avertebrata (Invertebrata) dan Ciri-ciri Lengkap bersama Contohnya

Pendidikan

Hewan Avertebrata (Invertebrata) dan Ciri-ciri Lengkap bersama Contohnya

Tunjuk tangan yang puas makan sea food! Apa sea food kesukaanmu? Kepiting? Udang? Cumi-cumi? Gurita? Hmmmm. Membayangkan semua itu tersedia di piring bersama asap yang mengebul, lengkap bersama bumbu yang tersiram ke atasnya. Ambil bersama tangan, lantas menikmati rasanya bersama lidah. Setelahnya, coba melihat lagi piring kamu, lantas melihat persamaan makanan-makanan tadi: seutuhnya merupakan hewan avertebrata!

Memangnya apa, sih, ciri hewan avertebrata? Nggak. Tidak tetap avertebrata berasal dari laut dan sedap dimakan. Kesamaan hewa avertebrata adalah: mereka merupakan makhluk yang tidak punya tulang belakang. Hewan avertebrata ini bisa dikategorikan ke di dalam 6 grup besar: cacing, ubur-ubur dan terumbu karang, spons, arthropoda, Echinodermata, serta kerang-kerangan.

Hampir semua spesies ini telah dibahas di penjelasan keluarga spongebob ini, lho. Sekarang, kita coba ulas ciri-cirinya yuk!

LAPISAN TUBUH

Berdasarkan lapisan tubuhnya, avertebrata terbagi ke di dalam dua jenis, yakni diploblastik dan triploblastik. Tenang, ini nggak tersedia hubungannya sama plastik-plastikan kok. Diploblastik adalah hewan yang memilki dua lapisan tubuh, yakni endoderm (lapisan dalam) dan eksoderm (lapisan luar. Di segi lain, triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh, yakni endoderm, eksoderm, dan mesoderm (lapisan tengah). Adapun semisal hewan diploblastik adalah ubur-ubur, hidra, karang, dan anemon laut. Sementara hewan triploblastik adalah Annelida (cacing tanah dan lintah), Mollusca (kerang-kerangan), bintang laut, dan Arthropoda.

Coba, bandingkan, deh, kedua grup hewan ini. Kalau dipikir-pikir, hewan yang tergolong diploblastik terkesan hewan “purba” kayak ubur-ubur dan hidra. Di segi lain, hewan triploblastik terkesan lebih “modern” dan tubuhnya telah kompleks.

RONGGA TUBUH

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, rongga tubuh terkandung terhadap tipe hewan triploblastik. Dan, ya, hewan-hewan yang punya rongga tubuh ini dikategorikan menjadi 3 jenis:

Aselomata

Hayo, kecuali telah menemukan kata ‘a’ di dalam bahasa inggris, pasti tersedia kaitannya bersama kata ‘tidak’. Hewan-hewan aselomata bermakna hewan berikut tidak mempunyai rongga antara usus bersama tubuh terluar. Salah satu contohnya adalah cacing pipih (Platyhelminthes).

Pseudoselomata

Kalau aselomata adalah hewan yang tidak punya rongga, pseudoselomata adalah hewan yang mempunyai rongga semu di dalam saluran tubuhnya. Kok tersedia rongga? Iya, rongga berikut bermanfaat untuk isi cairan yang menengahi antara alat pencernaan bersama dinding terluar tubuh. Contohnya, rotifera dan nematoda.

Selomata

Oke, yang ini pasti telah jelas. Hewan yang juga kategori selomata adalah mereka yang punya rongga tubuh. Perbedaannya bersama pseudoselomata adalah, rongga terhadap hewan selomata memuat cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderm. Ingat, kan, kecuali terhadap hewan triploblastik, mereka punya 3 lapis tubuh?

Adapun semisal hewan yang tergolong ke di dalam selomata adalah Mollusca, annelida, arthropoda, echinodermata, dan chordata.

SIMETRI TUBUH

Apa yang tersedia di kepala anda pas membaca “simetri”? Ya, sama. Gampangnya, bagian berdasarkan simetri tubuh ini adalah bagaimana suatu makhluk hidup itu dicermati kecuali dia dibelah. Coba, deh, anda perhatiin orangtua anda dikala tengah memasak ikan atau udang. Ketika ibu anda membelah udang dari atas, maka dapat tersisa anggota udang kanan dan kiri yang sama rata. Di segi lain, kecuali ibu anda memotong perutnya di anggota tengah, maka dapat tersisa kepala dan ekornya (yang mana bentuknya tidak sama rata). Well, kecuali kepala udang ibu anda bentuknya kayak ekor sih…

Sekarang, coba bayangkan si ibu memotong gurita untuk memasak takoyaki. Berbeda bersama udang, bentuk gurita condong bulat (radiata). Hal ini membuat dia dapat simetri kecuali dipotong dari banyak sisi, sepanjang melewati poros tengahnya. Contoh hewan lain yang tergolong simetri radial adalah bintang laut, bulu babi, dan hidra.

SISTEM REPRODUKSI

Sama seperti hewan lain, tanda-tanda invertebrata juga bisa kita klasifikasikan berdasarkan proses reproduksinya: seksual dan aseksual. Reproduksi seksual merupakan proses reproduksi yang melibatkan gamet jantan dan betina (perkawinan). Contohnya, udang. Di segi lain, reproduksi aseksual merupakan proses reproduksi yang tidak membutuhkan perkawinan.

Tidak butuh perkawinan? Lalu bagaimana hewan ini bisa berkembang biak?

Ada banyak caranya. Salah satunya adalah fragmentasi yang terjadi terhadap planaria sp. Jadi, dikala si cacing planaria ini mengidamkan berkembang biak, dia tinggal “memutuskan” diri. Mungkin di di dalam hati si cacing ini bilang, ‘Kita putus ya, Dan. Badan. Kamu sangat baik bikin aku.’ Lalu dia memastikan badannya menjadi dua: anggota ekor dan kepala. Nanti, sesudah sebagian hari, terhadap anggota kepala dapat tumbuh ekor. Sementara tubuh yang tersisa anggota ekor dapat tumbuh kepala. Lalu, lama kelamaan, dia menjadi dua individu deh!

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/

Comments are closed.