Dongkrak Literasi dengan Membaca Cerdas

Pendidikan

Dongkrak Literasi dengan Membaca Cerdas

Dongkrak Literasi dengan Membaca Cerdas

Dongkrak Literasi dengan Membaca Cerdas

Banyak yang mendengungkan literasi. Salah satu upayanya adalah membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai di sekolah. Di SMPN 11 Surabaya, literasi dilakukan dengan lebih progresif. Yakni, membaca cerdas alias smart reading. Satu buku paket bisa dilahap hanya dalam lima menit. Suasana tersebut terlihat di aula sekolah pada Selasa (16/5).

Lailatus Sarifa bersila di aula sekolah. Dia membaur bersama rekan-rekannya. Di tangan siswi kelas VIII itu, terdapat sebuah buku berwarna pinkyang berjudul Best Women in Heaven.
Dongkrak Literasi dengan Membaca Cerdas
Cara Kerja Smart Reading (Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Lailatus segera membuka lembar demi lembar buku setebal 196 halaman tersebut.

Tangan kanannya meraba tulisan di tiap halaman dari atas ke bawah. Gerakannya cepat. Tak sampai lima menit, dia sudah menyentuh halaman terakhir.

Toha Maksun, guru IPS di SMPN 11, lalu bertanya kepada Lailatus tentang isi buku yang baru dibacanya. Lailatus dengan cekatan membeberkan isi buku. Dia menyebutkan, buku itu berkisah tentang perempuan yang didamba surga. Ada sifat-sifat bidadari yang disajikan dalam buku tersebut. Di antaranya, lembut, berparas cantik luar dalam, memesona, dan berkarakter muslimah.

Lailatus mengaku belum pernah membaca buku itu. Dia baru membacanya kemarin. Menurut dia, smart reading sangat membantunya dalam memahami isi buku secara cepat. ”Sudah diajari baca saat di kelas Pak Toha, juga di rumah,” katanya.

Toha menyatakan, smart reading merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan literasi siswa. Tak bisa dimungkiri, siswa kerap enggan diajak membaca dan tidak mau belajar. Pengaruh televisi, game online, dan gadget terkadang lebih kuat, bahkan melemahkan daya pikir siswa.

Dulu, lanjut dia, minat baca siswa cukup besar. Mereka rajin pergi ke perpustakaan

atau menyewa komik di tempat persewaan. Kini, anak-anak lebih suka berjibaku dengan game online.”Apalagi, membaca butuh waktu, paling tidak dua jam. Jadi, mereka makin tidak berminat,” ucapnya.

Karena itu, sebuah metode membaca cepat dan cerdas diciptakan. Membaca paling lama 10 menit. Anak-anak jadi rajin membaca buku pelajaran karena waktunya tidak panjang. Meski demikian, mereka sudah memahami isi buku tersebut secara keseluruhan. ”Anak-anak senang belajar.Malah, bingung mau baca buku apa lagi,” ujarnya.

Permasalahan yang kerap dialami siswa adalah mudah lupa.Kemarin membaca

, hari ini lupa. Dengan metode smart reading, siswa jadi antilupa. Sebab, smart reading melibatkan kinerja otak secara keseluruhan alias whole brain. ”Ibarat memotret, titik koma juga akan terbaca. Bukan scanning seperti meneliti buku telepon,” terangnya.

Dengan photographic mind, isi buku bisa langsung terekam oleh otak. Menurut Toha, hal itu bisa dilatih. Asalkan ada kemauan untuk berlatih, tidak akan ada kendala. Pengembangan pun terus dilakukan.

Toha menambahkan, smart readingmerupakan temuannya yang ketiga. Sebelumnya, ada whole brain activation dan speed learning. Smart reading merupakan pengembangan dari speed reading. ”Tidak lagi membaca dari atas ke bawah, tapi membuka cepat,” jelasnya.

 

Sumber :

http://blog.umy.ac.id/herulampung/contoh-teks-eksplanasi-tentang-musim-kemarau/

Comments are closed.