Kelebihan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Kelebihan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional.Ia adalah cara pandang dan metode bagi...

Sistem Bilangan Oktal

Sistem Bilangan Oktal Oktal adalah sebuah sistem bilangan berbasis delapan. Simbol yang digunakan pada sistem bilangan ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,7. Konversi Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit). Misalnya bilangan oktal 3 adalah hasil pengelopokan dari 000 011, perhitungan secara […]

Read more
Amanah.

Amanah. Amanah dalam bahasa Indonesia adalah dapat dipercaya. Dalam transaksi jual beli, sifat amanah sangatlah diperlukan karena dengan amanah maka semua akan berjalan dengan lancar. Dengan sifat amanah, para penjual dan pembeli akan memiliki sifat tidak saling mencurigai bahkan tidak khawatir walau barangnya di tangan orang. Memulai bisnis biasanya atas dasar kepercayaan. Oleh karena itu, […]

Read more
Pengertian Filosofi Bisnis Islam.

Pengertian Filosofi Bisnis Islam. Filosofi dasar yang menjadi catatan penting bagi bisnis islam adalah, bahwa dalam setiap gerak langkah kehidupan manusia harus mengkonsepkan hubungan manusia dengan mansuia dan lingkungannya, serta manusia dengan Tuhan (hablum minallah dan hablum minannas), dengan kata lain bisnis dalam Islam tidak semata mata merupakan manifestasi hubungan sesama manusia yang bersifat pragmatis, akan tetapi […]

Read more
Pengaturan Perasuransian di Indonesia

Pengaturan Perasuransian di Indonesia Berikut merupakan peraturan perundangan yang digunakan sebagai dasar acuan pembinaan dan pengawasan atas usaha perasuransian di Indonesia saat ini : UU no.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian PP no.73 tahun 1002 tentang usaha perasuransian Keputusan menteri keuangan, antara lain: Nomor 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi […]

Read more
Regulasi Asuransi

Regulasi Asuransi Regualasi pemerintah terhadap perusahaan asuransi relatif rendah. Beberapa alasan rendahnya regulasi pemerintah adalah karena perusahaan asuransi tunduk terhadap standar-standar yang di tetatapkan dalam investasi sehingga menjadi bisnisnya aman. Selain itu, perusahaan asuransi memiliki jasa proteksi. Alasan lain adalah perusahaan asuransi merupakan lembaga yang mampu menggalang dana masyarakat yang dapat meningkatkan investasi dan pertumbihan […]

Read more
Ciri-Ciri Ascomycetes adalah

Ciri-Ciri Ascomycetes adalah РHifa bersekat- sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu. Hifa adalah benang seperti kapas yang yang terbentuk dari rangkaian sel pada jamur multiseluler. РBersel satu atau bersel banyak РBeberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau atau ganggang biru membentuk lumut kerak РMempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus. Askus yaitu Suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif РDinding sel dari zat kitin Ð Reproduksi seksual dan aseksual Reproduksi aseksual pada Ascomycota uniseluler yaitu dengan membentuk tunas. Pembentukan tunas (blastosphora) diawali dengan dinding sel menonjol keluar membentuk tunas kecil. Nukleus didalam sel induk membelah dan salah satu nukleu bergerak ke dalam sel tunas. Sel tunas kemudian memisahkan diri dari sel induk untuk memebentuk individu baru. Kadang tunas hanya melekat pada induk memebentuk rantai hifa semu (pseudohifa). Ø Reproduksi aseksual pada Ascomycota multiseluler yaitu dengan fragmentasi miselium dan membentuk konidia (spora pada ujung konidifor). Ø  Reproduksi seksual pada Ascomycota a) Pembentukan askospora didalam askus. dari 2 hifa berlainan jenis saling berdekatan. Salah satu hifa membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan hifa lainnya membentuk alat kelamin betina (askogonium). Setiap jenis kelamin punya inti haploid. Pada askogonium tumbuh  trikogin (menghubungkan arkegonium dan anteridium) b) Plasma pindah dari anteridium ke askogonium (plasmogami). Kedua inti haploid nya berpasangan RECENT POSTS CIRI-CIRI ASCOMYCETES ADALAH ASCOMYCETES CIRI-CIRI OOMYCETES (JAMUR AIR) ADALAH SOETJIPTO MEERUPAKAN ANAK-ANAK BIASA YANG SUKA BERMAIN SEPAKBOLA DI JALANAN PADA JAMAN JEPANG INI PULA LAHIR BANYAK LAGU-LAGU KERONCONG

Read more
Ascomycetes

Ascomycetes Ascomycota adalah salah satu filum atau divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota merupakan kelompok jamur yang terbesar. Lebih dari 60.000 spesies dari divisi ini telah teridentifikasi. Nama Ascomycota diambil dari kata askus (menyerupai kantung). Askus ini merupakan ujung hifa yang mengalami perubahan inti dan akan membentuk tubuh buah. Anggota divisio ini ada yang hidup sebagai saprofit, terutama pada tumbuhan. Menurut Campbell, setengah dari jumlah Ascomycota bersimbiosis dengan alga membentuk Lichen. Beberapa lainnya lagi bersimbiosis dengan tumbuhan membentuk mikoriza. Ascomycota sebagian besar multiseluler. Namun, ada juga yang uniseluler. Contoh Ascomycota uniseluler adalah Saccharomyces cereviceae. Sedangkan contoh yang multiseluler adalah Penicillium. Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Sebagian besar jamur yang termasuk dalam divisi ini memiliki hifa yang bersekat- sekat dan bercabang. Namun, ada beberapa jamur yang mempunyai hifa berlubang sehingga protoplasma dan inti sel dapat mengalir dari satu sel ke sel lainnya. Pada umumnya anggota Ascomycotina adalah jamur bersel banyak. Seperti halnya Zygomycota, Ascomycota bersel banyak, reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk konidiospora atau sering disebut konidia (tunggal;konidium) saja. Konidia terbentuk pada ujung hifa khusus yang tumbuh tegak, yang disebut konidofor. Warna dari konidia bermacam-macam, ada yang hitam, merah, biru, dan hijau, bergantung pada jenis jamurnya. Konidia yang telah masak, apabila jatuh pada tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru. Sementara itu, reproduksi aseksual pada Ascomycota bersel satu dilakukan dengan cara membentuk tunas (budding). Tunas yang telah masak akan terlepas dari sel induknya dan tumbuh menjadi individu baru. Reproduksi seksual pada Ascomycota terjadi dengan cara membentuk askospora. Akospora dalah spora seksual yang terbentuk di dalam aksus. Aksus terdapat didalam badan buah yang disebut askokarp. Sumber :https://deevalemon.co.id/

Read more
Ciri-ciri Oomycetes (jamur air) adalah

Ciri-ciri Oomycetes (jamur air) adalah J Oomycota merupakan jamur yang hidup di tempat lembab atau perairan. J Benang-benang hifa tidak bersekat melintang di dalamnya terdapat inti dalam jumlah banyak. J Dinding selnya terdiri dari selulosa J Melakukan reproduksi aseksual membentuk zoospora memiliki 2 flagela untuk berenang. J Sporangiofor atau tangkai sporangium menonjol keluar agar memudahkan penyebaran spora oleh angin , biasanya yang dilepaskan sporangiumnya. J Reproduksi seksual dengan membentuk gamet, J Setelah fertilisasi membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora. Nama divisi Oomycota diambil dari cirri jamur ini yang dapat menghasilkan oospora. Oospora adalah spora yang dibentuk oleh zigot yang berdinding tebal, dan setelah itu terjadi fase istirahat. Dinding tebal itu digunakan sebagai perlindungan. Jika kondisi memungkinkan, spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Contoh dari jamur ini adalah Saprolegnia, Phytophthora, Pythium. Sumber : https://etrading.co.id/

Read more
Analisis Bahasa Tubuh

Analisis Bahasa Tubuh Gerakan-gerakan yang sering dilakukan pembicara dalam melakukan presentasi antara lain : Ekspresi wajah Ekspresi wajah merupakan salah satu bahasa tubuh yang dapat member arti senang, sedih, cemberut atau marah. Wajah dapat mengungkapkan emosi dirinya dengan polos, apa adanya tanpa harus ditutup-tutupi. Oleh karena itu, pada saat melakukan presentasi bisnis seorang pembicara perlu […]

Read more
Analisis Audiens

Analisis Audiens Untuk dapat melakuakan presentasi bisnis yang baik, pembicara harus dapat menganalisa audiens secara tepat. Analisis audiens sangat membantu para pembicara untuk memahami dengan baik siapa sebenarnya audiensnya. Pemahaman yang baik terhadap audiens akan membantu pembicara dalam penyajiannya. Oleh karena itu, dalam menganalisis audiens seorang pembicara harus mampu menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini. [5] […]

Read more