Belajar Pertanian Organik Bisa di Kampung Agro

Pendidikan

Belajar Pertanian Organik Bisa di Kampung Agro

 

Belajar Pertanian Organik Bisa di Kampung Agro

SDIT Insan Tama

Ratusan anak-anak berbatik merah muda dari SDIT Insan Tama nampak ceria dan bersemangat tak kala guru pendamping dan Laskar penyuluh Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor mengajak mereka untuk masuk ke dalam kawasan Agro Eduwisata Organik, Selasa (10/04/2018).

Kawasan seluas 3 hektar tersebut merupakan kampung tematik yang berawal dari keikutsertaan Kampung Ciharashas RT. 05 RW. 01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dalam lomba inovasi kampung tematik yang diselenggarakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor 2017 lalu.

Keikutsertaan Kampung Ciharashas

Keikutsertaan Kampung Ciharashas atau biasa dikenal Lemah Duhur ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, kampung ini memang memiliki potensi luar biasa dalam hal pertanian organik. Mengingat banyak warga yang memang berprofesi sebagai petani. Tim pun dibentuk dari berbagai stakeholder demi menyukseskan kampung tematik.

Tim-nya ada dari Distani sebagai penyuluh

Kelurahan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), Karang Taruna dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur. Kami kemudian sepakat mengusung kampung Agro Eduwisata Organik,” ujar Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dian Herdiawan.

Setelah tim dibentuk

Distani sebagai leading sektor memfasilitasi KTD Lemah Dulur untuk mampu mengembangkan pertanian organik, yakni padi organik. Sinergi ini membuahkan hasil dengan mendapatkan pengakuan dari Lembaga Sertifikasi Organik dan menang sebagai juara pertama di lomba inovasi kampung tematik.

“Sejak menang pada Desember 2017 lalu, Kampung Agro Eduwisata Organik ini dibuka untuk umum sebagai wadah dalam memberikan edukasi dasar teori dan praktek pertanian organik langsung dari petaninya,” jelasnya.

Ia menutukan, banyak ilmu dan keahlian pertanian yang dapat dipelajari di Agro Eduwisata Organik. Seperti budidaya padi yang kegiatannya dimulai dari membajak sawah, seleksi benih, menanam padi, pembuatan pupuk organik dan mol, pembuatan pestisida nabati, sampai di masa panen. Kemudian dilanjut dengan kegiatan mengenal mina padi, pengenalan ternak sapi dan domba, budidaya ikan lele, pengenalan biogas dari kotoran ternak.

“Ada hiburannya berupa pentas seni budaya mulai dari gendang pencak, pembuatan permainan tradisional, pentas marawis, games, keliling kampung, susur sungai, tangkap ikan atau belut dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Dian menjelaskan, meski terbilang baru namun sudah banyak sekolah di luar Kota Bogor dan kampus tingkat nasional maupun luar negeri yang datang ke Kampung Agro Eduwisata Organik. Mereka seringnya datang untuk mengikuti paket belajar bertani dan bermalam di rumah petani.

“Kalau mengikuti paket belajar ada biaya yang harus dikeluarkan. Tetapi kalau hanya sekadar berkunjung dan melihat-lihat tidak perlu bayar,” terangnya.

Kampung Agro Eduwisata Organik

Ia pun berharap kedepan Kampung Agro Eduwisata Organik ini mampu menciptakan masyarakat pertanian yang mandiri dan kreatif. Serta terwujudnya regenerasi petani dari para generasi muda dengan tetap menjaga pelestarian lingkungan melalui pertanian organik.

Aritkel Terlait:

Comments are closed.