AYO!! Cek Kesehatan Mata Dengan Tes Mata Silinder Ini

Umum

AYO!! Cek Kesehatan Mata Dengan Tes Mata Silinder IniAYO!! Cek Kesehatan Mata Dengan Tes Mata Silinder Ini

Gambar di atas adalah gambaran bagaimana penglihatan pada orang dengan mata silinder. Apakah Anda menduga bahwa Anda memiliki gangguan mata silinder? Atau masih ragu dan tidak tahu apakah Anda menderita mata silinder? Sebenarnya ada cara mudah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan silindris pada mata Anda.

Dengan mengetahui masalah mata Anda, maka Anda bisa segera melakukan perawatan secara optimal dan juga menjauhkan Anda dari aktivitas yang merusak mata dan mengonsumsi makanan yang bisa mendukung kesehatan mata.

Sebelum melakukan tes mata silinder, maka pertama-tama kita bahas terlebih dahulu tentang apa itu mata silinder.

Apa Itu Mata Silinder?

Mata silinder atau astigmatisme mungkin adalah masalah penglihatan yang paling sering disalahpahami. Seperti rabun jauh dan rabun dekat, astigmatisme adalah kesalahan refraksi (proses pembiasan cahaya oleh mata), yang berarti ia bukanlah penyakit mata atau masalah kesehatan mata; melainkan hanya masalah pada bagaimana mata memusatkan cahaya atau bayangan pada retina.

Mata silinder atau astigmatisme adalah kelainan mata yang disebabkan oleh lengkungan kornea mata yang tidak rata. Kelainan refraktif ini bisa menyerang siapa saja tanpa status sosial, usia dan jenis kelamin.

Astigmatisme menyebabkan penderita mengalami kesulitan melihat sesuatu dengan jelas atau kabur, terutama untuk benda-benda yang kecil. Penderita astigmatisme juga sering menderita miopia (rabun jauh).

Bola mata dalam keadaan normal berbentuk bulat seperti bola sehingga cahaya atau bayangan yang masuk bisa tertangkap tepat pada satu titik di retina. Pada mata penderita astigmatisme (silinder), bola mata berbentuk oval seperti sebutir telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata kurang tepat mengenai retina dengan kata lain sedikit menyebar titik fokusnya. Hal ini menyebabkan gambar yang tertangkap menjadi buram. Selain itu, bayangan yang agak jauh juga akan tampak kabur dan bergelombang.

Ilustrasi Pembiasan Cahaya Mata SIlinder
Credit: wikipedia(dot)org (modifikasi)
Ilustrasi Pembiasan Cahaya Mata Silinder

Mata silinder sulit untuk fokus melihat objek sehingga ia jadi seperti melihat bayangan pada objek tersebut ataupun ia akan melihat hal yang serupa tapi tidak sama.

Misalnya:
Huruf: O, C, D, G.
ataupun
Angka: 3, 8, 6, 0.

Apa Saja Tipe Mata Silinder?

Ada tiga tipe utama astigmatisme atau mata silinder, yaitu:

(1) Silindris miopik.
Yaitu jika penderita memiliki mata silinder sekaligus miopia (rabun jauh), tipe ini adalah yang paling sering terjadi.

(2) Silindris hipermetropik
Yaitu jika penderita memiliki mata silinder sekaligus hipermetropia (rabun dekat).

(3) Silindris campuran.
Yaitu jika penderita memiliki mata silinder, miopia (rabun jauh), serta hipermetropia (rabun dekat) sekaligus.

Astigmatisme juga digolongkan menjadi reguler dan ireguler. Pada astigmatisme reguler, garis meridian bersudut 90 derajat (tegak lurus satu sama lain). Pada astigmatisme ireguler, garis meridian tidak tegak lurus, dengan kata lain bentuk ival mata tidak teratur. Kebanyakan astigmatisme adalah astigmatisme yang reguler, dimana mata berbentuk oval sempurna. Astigmatisme ireguler dapat terjadi akibat cedera mata yang menyebabkan jaringan parut pada kornea.

Seberapa Umumkah Kejadian Mata Silinder?

Astigmatisme sering muncul pada masa kanak-kanak, jadi penting untuk menjadwalkan tes mata bagi anak-anak untuk menghindari masalah penglihatan di sekolah dari astigmatisme yang tidak dikoreksi.

Dalam sebuah studi baru-baru ini di Amerika terhadap 2.523 anak-anak yang berusia 5 sampai 17 tahun, lebih dari 28 persen dari mereka memiliki astigmatisme 1.0 dioptri (D) atau lebih besar.

Juga, ada perbedaan signifikan dalam prevalensi astigmatisme berdasarkan etnis. Anak-anak Asia dan Hispanik memiliki prevalensi tertinggi (33,6 dan 36,9 persen), diikuti oleh kulit putih (26,4 persen) dan orang Afrika-Amerika (20,0 persen).

Dalam studi lain terhadap lebih dari 11.000 pemakai kacamata di Inggris (baik anak-anak maupun orang dewasa), 47,4 persen memiliki astigmatisme 0,75 D atau lebih dalam setidaknya satu mata, dan 24,1 persen memiliki jumlah astigmatisme ini di kedua mata. Prevalensi astigmatisme miopik (31,7 persen) kira-kira dua kali lipat dari astigmatisme hipermetropik (15,7 persen).

Baca juga : 5 Milyar Populasi Dunia akan Rabun Jauh pada 2050

Apa Faktor Penyebab Mata Silinder?

Penyakit ini disebabkan oleh ketidaksetaraan antara panjang dan lebar yang tegak lurus pada kornea mata. Penyakit ini bersifat menurun dari keluarga atau faktor genetik sehingga penyakit yang sama bisa saja diderita oleh orang tua penderita namun tidak semua.

Selain faktor keturunan, penyakit mata silinder ini juga bisa diperparah karena gaya hidup seperti kebiasaan membaca buku atau menonton tv pada posisi yang salah seperti membaca sambil tidur atau menonton tv terlalu dekat. Ketidarsetaraan panjang dan lebar mata tidak akan berubah atau bertambah parah, ukurannya akan tetap, berbeda dengan kacamata yang diberikan kepada orang-orang yang menderita minus (rabun jauh). Maka dari itu mata silinder tidak akan bertambah besar asalkan diberi kacamata sesuai tingkat silindris yang dimiliki mata.

Mata silinder menyebabkan pandangan penderitanya menjadi kabur, terutama saat melihat benda yang kecil. Penderita mata silinder juga sering menjadi penderita miopia (rabun jauh) sekaligus.

 

Comments are closed.