Asyiknya Membaca dan Ngobrol di Hutan Baca

Pendidikan

Asyiknya Membaca dan Ngobrol di Hutan Baca

Asyiknya Membaca dan Ngobrol di Hutan Baca

Asyiknya Membaca dan Ngobrol di Hutan Baca

Mengubah konsep perpustakaan bisa meningkatkan minat baca siswa. Menambah fasilitas pelengkap lainnya juga dapat membuat siswa betah berlama-lama di perpustakaan. Selain itu, hal tersebut bisa menunjang program literasi yang tengah digalakkan.

PERUBAHAN itu sudah dilakukan SMKN1Sidoarjo, bahkan berbuah manis. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menetapkan perpustakaan SMKN 1 Sidoarjo sebagai juara I lomba perpustakaan sekolah 2017 tingkat Provinsi Jatim.
Asyiknya Membaca dan Ngobrol di Hutan Baca
Kelola Perpustakaan Dengan… (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

Otomatis, SMKN1Sidoarjo ditunjuk mewakili Jawa Timur untuk bersaing di tingkat nasional dalam lomba perpustakaan sekolah. ”Pada 15 Juni mendatang, berkas untuk keperluan lombanya kami serahkan ke Jakarta,” ujar Waka Kesiswaan SMKN 1 Sidoarjo Slamet Darwanto.

Perpustakaan SMKN 1Sidoarjo layak disebut terbaik se-Jatim. Sebab, fasilitas dan program perihal perpustakaan terbilang lengkap. Bukunya saja berjumlah 36.473 eksemplar. Jumlah itu belum termasuk puluhan mading dan papan ajakan gemar membaca yang ditempel di lingkungan sekolah. ”Yang jadi andalannya adalah hutan baca,” tutur Slamet.

Lokasinya berada di lahan seluas 425 meter persegi di timur gedung perpustakaan. Terdapat delapan gazebo lengkap dengan puluhan kursi. Saat jam istirahat, hutan tersebut jadi pilihan siswa untuk nongkrong. Sambil makan snack, berteduh, maupun ngobrol dengan teman yang lain, para siswa bisa membaca buku.

Biasanya, buku bacaan ringan seperti novel dan komik laris dipinjam. ”Hampir setiap jam istirahat ke sini, sukanya sih pinjam komik,” ungkap Nugroho Datang, siswa kelas X Listrik 1 saat ditemui di gazebo paling utara Senin (22/5).

Selain hutan baca, ada Ruang Audiovisual dalam gedung perpustakaan. Ruang itu berkapasitas 30 orang dilengkapi dengan akses internet, televisi kabel, dan hometheater. Biasanya, ruang tersebut digunakan untuk diskusi buku, nonton film, dan presentasi karya. Bagi pengunjung perpustakaan, ada pula layanan peminjaman tablet dan laptop.

Ada tempat khusus yang disebut technologycorner yang melengkapi sarana itu. ”Tersedia 32 buah tablet dan 45 laptop yang bisa dipinjam,” terang Kepala Perpustakaan SMKN 1 Sidoarjo Zia Nailillah.

Bukan hanya itu. Ada juga entrepreneurcorner yang mengisi perpustakaan.

Tempat tersebut semacam kafe, tapi di dalamnya terdapat perpustakaan. Raknya tidak berisi makanan saja, tapi juga beragam koleksi buku. ”Sambil nyemil sambil baca,” kata Zia.

Program itu merupakan hasil kerja sama dengan guru kewirausahaan. Jadi, produk yang dijual adalah produk buatan siswa.

Masih di dalam perpustakaan, ada pula batik corner. Isinya, koleksi beragam pakaian dan kain batik lengkap dengan buku-buku tentang batik. Mulai teknik membatik hingga gambar-gambar model batik. ”Rabu (19/5) ada ibu-ibu PKK Kelurahan Sidoklumpuk yang belajar di batik corner,” terang Zia.

Ada pula community corner. Yakni, spot yang bisa digunakan

untuk tempat kumpul komunitas dari dalam maupun luar sekolah. Lokasi tersebut bisa berguna untuk rapat maupun workshop. ”Dulu pernah ada yang menggunakannya untuk membahas cyber techno di sini,” papar Zia.

Selain di perpustakaan, hampir seluruh ruangan di sekolah terdapat pojok baca. Ada di 36 kelas, ruang tata usaha, lobi, bahkan tujuh bengkel di sana sudah dilengkapi pojok baca. ”Pojok baca tiap kelas itu juga dilombakan setiap enam bulan sekali, harus bersaing antarkelas,” terang Zia.

Setiap tahun, SMKN 1 Sidoarjo memilih duta baca baru. Saat ini ada 60 anak yang menjadi duta baca. Salah satu tugas mereka adalah membantu mengelola perpustakaan. Misalnya, mereka menjadi admin pada hutan baca maupun menjadi penanggung jawab setiap pojok baca.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, ada program Pustakawan Mengajar.

Mereka bertugas membantu mengajar ke sekolah lain maupun kepada masyarakat. Misalnya, membantu mengisi materi tentang teknik resensi buku. ”Ini sudah ada mobil perpustakaan juga. Tinggal launching, nanti bisa membantu pustakawan mengajar ke berbagai lokasi,” terang Slamet Darwanto

 

Baca Juga :

 

 

Comments are closed.