Apa Kabar Munir? (Siapa, Kenpa, Kenapa Dibunuh?)

Pendidikan

Apa Kabar Munir? (Siapa, Kenpa, Kenapa Dibunuh?)

 

Apa Kabar Munir? (Siapa, Kenpa, Kenapa Dibunuh?)

6 September 2004 di Bandara Soekarno Hatta tepat pukul 21.30 WIB. Munir yang akan terbang menuju Amsterdam untuk melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Uttrecht, Belanda ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 12.10 WIB empat puluh ribu kaki di atas tanah Rumania tertanggal 7 September 2004 akibat racun arsen yang dikonsumsinya lebih dari batas normal. Presiden Susilo Bambang Yudhiyono mengatakan kasus Munir ini sebagai tets of our history dan berjanji akan menuntaskan kasus ini.

Siapa Munir?

Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965) adalah seorang aktivis Hak Asasi Manusia yang begitu gemilang di era 1997-1998 karena aktivitasnya yang beresiko tinggi dengan berdiri paling depan membela korban oknum militer saat wajah Orde Baru begitu keras. Tidak mengherankan sidang kasus pembunuhannya dihadiri pengunjung yang berjumlah 500-an orang. Sebagian besar dari organisasi masyarakat yang menyerukan penuntasan kasus munir dan keluarga korban berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang telah dibantu oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang digawangi oleh Munir saat itu. Para korban itu diantaranya korban penculikan tahun 1998, Tragedi Semanggi I (1998), Kerusuhan Mei 1998, Tragedi Semanggi II (1999), Peristiwa Tanjung Priok, dan penggusuran di berbagai tempat di Jakarta.

Lalu kenapa Munir dibunuh?

Gak mau buat opini berlebih tapi semua hal yang menjadi alasan kenapa Munir dibunuh disangkut pautkan dengan BIN (Badan Intelejen Nasional) karena Munir dianggap meresahkan karena terlalu vokal mengkritik pemerintah dan berbagai kebijakannya. Terbukti juga dari kesaksian Mohammad Patma Anwar (ex BIN) berdasarkan BAP yang dibuat polisi tetang dirinya pada pertengahan 2005. Patma membenarkan tentang upaya BIN untuk membunuh Munir melalui Sentot Waluyo (agen BIN). Patma melalui kesaksiannya mengatakan bahwa Sentot Waluyo merencanakan pembunuhan terhadap Munir dengan 4 langkah, yaitu pengamatan, melakukan teror, melakukan santet, melalui racun. Namun beliau mengaku hanya sempat melakukan langkah pertama dan sebelum melakukan langkah meracuni ternyata dia mendengar kabar Munir meninggal di Belanda.

Siapa pembunuh Munir?

Pertama Pollycarpus Budihari Priyanto (co-pilot Garuda Airlines) dengan hukuman 20 tahun penjara.
Kedua Muchdi Purwopranjono (mantan Deputi V BIN) dengan vonis bebas (bebas?)
Ketiga Indriawan (direktur utama Garuda Indonesia) dengan hukuman 1 tahun penjara (kok dikit?)
Pollycarpus yang hingga kini diduga sebagai pelaku utama pembunuhan dengan racun arsen begitu gencar sampai sekarang menyatakan diri tidak bersalah dan menyebut persidangannya itu sebuah sinetron. Pembelaannya termuat dalam buku “Kasus Pembunuhan Munir” karangan Wendratama.

Bagaimana kasus Munir sekarang?

Tahun demi tahun semakin sulit untuk mengungkapkan kebenaran di balik kasus Munir ini, ditambah dengan kematian satu saksi yang melihat Munir di coffe bean bandara Changi Singapura, yaitu Ongen saksi kunci yang mati akibat penyakit jantung (masih kontroversi). Surutnya pemberitaan di media massa di tahun 2012 tentang penyelesaian kasus Munir ini juga jadi pertanyaan besar. Apakah kasus ini akan terselesaikan? Di tahun 2013 kita akan selalu berdoa, kasus yang menimpa aktivis HAM pemberani ini akan terselesaikan.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Comments are closed.