Anak Korban Banjir Harus Tetap Sekolah

Pendidikan

Anak Korban Banjir Harus Tetap Sekolah

Anak Korban Banjir Harus Tetap Sekolah

Anak Korban Banjir Harus Tetap Sekolah

Terpaksa Tunda Pelaksanaan UTS

bandungekspres.co.id – Pemerintah daerah harus tetap memperhatikan pendidikan anak-anak

korban banjir di Kabupaten Bandung. Hak anak harus tetap dipenuhi meski sedang dilanda bencana.

”Selama ini kita melihat bantuan untuk korban banjir itu berupa kebutuhan sandang, pangan, obat-obatan, makanan tapi jarang yang memperhatikan bantuan kebutuhan pendidikan untuk anak korban banjir,” kata anggota Komisi V DPRD Jabar Rustandie di Kota Bandung kemarin (16/3).

Dia mengatakan, saat ini banyak sekolah yang terpaksa libur karena mereka menjadi pengungsi. Dengan kata lain, aktivitas pendidikan formal di sekolah bagi anak pengungsi banjir dipastikan terganggu. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan mendatangkan relawan pendidikan untuk memberikan pelajaran formal dan informal di tempat pengungsian.

”Tolong perhatian juga kebutuhan pendidikan anak-anak yang mengungsi karena banjir

di Baleendah, Dayeuhkolot dan Cieunteung,” kata dia.

”Sekolah yang kena banjir pasti diliburkan tapi kan bisa diakali dengan cara mendatangkan relawan pendidikan di pengungsian,” tambahnya.

Akibat banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 15 sekolah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam banjir. Sehingga kegiatan belajar mengajar diliburkan sehingga siswa diminta untuk belajar di rumah.

Sebelumnnya, banjir yang menggenang di wilayah Bandung selatan membuat aktivitas warga menjadi lumpuh. Selain melumpuhkan aktivitas ekonomi, banjir juga membuat 20 SD di Dayeuhkolot menunda pelaksana Ujian Tengah Semester (UTS).

Kasubag TU UpTD TK/SD Dayeuhkolot, Deden Witarsa mengatakan, siswa SD s

eharusnya menggelar UTS pekan ini. Namun karena wilayah tersebut sedang digenang banjir maka pihaknya mengambil kebijakan untuk menunda pelaksanaan ujian. ”Ditunda, UTS akan dilakukan pekan depan,” tutur Deden.

Selain menunda pelaksanaan UTS, banyak sekolah yang meliburkan siswanya. ”Untuk sementara, disuruh belajar di rumah masig-masing. Sambil menghapal atau persiapan UTS,” katanya.

Di Dayeuhkolot sendiri, terdapat sedikitnya 20 SD yang terkena imbas dari banjir, 15 sekolah di antaranya terendam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengatakan, kondisi banjir Bandung selatan hingga Senin (14/3) sudah surut. Namun, potensi air masih dimungkinkan meninggi kembali.

Hingga sejauh ini, sebanyak 15 ribu warga terdampak banjir Bandung selatan. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata Tata, telah menentapkan status tanggap darurat bencana terhitung Minggu (13/3) dan akan berakhir dua pekan ke depan

 

Sumber :

http://bit.ly/2nDoIf7

Comments are closed.