70 Perusahaan Terafiliasi Huawei Masuk Dalam Daftar Hitam AS

Teknologi

70 Perusahaan Terafiliasi Huawei Masuk Dalam Daftar Hitam AS

70 Perusahaan Terafiliasi Huawei Masuk Dalam Daftar Hitam AS

70 Perusahaan Terafiliasi Huawei Masuk Dalam Daftar Hitam AS

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada hari Rabu

(15/5) bahwa pihaknya telah menambahkan Huawei Technologies Co Ltd dan 70 perusahaan afiliasi ke dalam apa yang disebut “Daftar Entitas”. Sebuah langkah yang secara tegas melarang raksasa telekomunikasi asal China itu, membeli komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters, bahwa keputusan terbaru itu akan menyulitkan Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, untuk menjual beberapa produk karena ketergantungannya pada pemasok AS.

Berdasarkan pesanan yang akan mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang, Huawei akan memerlukan lisensi pemerintah AS untuk membeli teknologi Amerika. Huawei sejauh ini tidak segera berkomentar.

Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, mengulang pernyataan Presiden Donald Trump,

bahwa keputusan tersebut akan “mencegah teknologi Amerika dari yang digunakan oleh entitas milik asing dengan cara yang berpotensi merusak keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri.”

Langkah dramatis terjadi ketika pemerintahan Trump secara agresif melobi negara-negara lain untuk tidak menggunakan peralatan Huawei dalam jaringan 5G generasi berikutnya.

Tindakan itu juga datang hanya beberapa hari setelah Trump memberlakukan tarif baru pada barang-barang China di tengah perang dagang yang meningkat.

Departemen Perdagangan mengatakan langkah itu dilakukan setelah Departemen

Kehakiman AS mengeluarkan dakwaan terhadap Huawei pada Januari lalu, termasuk beberapa entitas yang mengatakan perusahaan itu berkonspirasi untuk memberikan layanan keuangan yang dilarang ke Iran.

Departemen Perdagangan mengatakan memiliki dasar yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Huawei “terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri.”

Huawei melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar US$ 27 miliar bulan lalu. Perusahaan yang berbasis di Shenzen itu, telah mengirim 59 juta smartphone pada kuartal pertama 2019.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_3.jnz?portlet=Blog_3&screen=View+Post&screenType=next&&Id=82100086-1afe-48bb-9003-e88db83254d1

Comments are closed.